Aceh ‘Sakit’ Kemiskinan Aceh Urutan Ketiga Di Indonesia

Firdaus Yusuf - The Globe Journal
IDI ( Bertia ): Masyarakat Aceh masih jauh dari kesejahteraan, sehingga data terakhir yang diperoleh pakar ekonomi menyebutkan bahwa kemiskinan Aceh masih berada di urutan ketiga. Namun secara keseluruhan Aceh masih tergolong ‘sakit’.

“Undang-undang telah mengatur tentang Migas dan Otsus.  Aceh mendapatkan dana Otsus 2 persen dari DAU sejak tahun 2008 – 2022 dan 1 persen DAU dari tahun 2023 – 2028.

Bahkan 30 persen dari dana Migas untuk Pendidikan Aceh, sementara 70 persen untuk membiayai program dan kegiatan pembangunan Aceh. Demikian antara lain disampaikan, Dr Aliasuddin,SE.MSi, pakar ekonomi dari Universitas Syiah (Unsyiah) Darussalam – Banda Aceh ketika mengisi materi Sosialisasi Kebijakan Politik Pemerintah Aceh yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Linmas Provinsi Aceh di Aula SerbagunaI di, Rabu (30/10).
Menurutnya, penggunaan dana Migas dan Otsus sejak tahun 2008 belum sepenuhnya tepat sasaran. Padahal, lanjut Aliasuddin, dana Otsus digunakan antara lain untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengetasan kemiskinan, pendanaan pendidikan, sosial dan kesehatan serta digunakan juga untuk keistimewaan Aceh.

“Alokasi dana Otsus juga paling banyak 1 persen dana untuk provinsi dialokasikan untuk pembangunan ibukota Aceh,” kata dia. Secara prosedur, dana Otsus dicairkan secara bertahap yakni 30 persen tahap pertama di bulan april, 45 persen tahap kedua di bulan Agustus dan 25 persen tahap ketiga dicairkan dibulan November. “Berbagai kebijakan pemerintah harapan kita kedepan mampu membangkitkan ekonomi masyarakat Aceh, khususnya dalam pemanfaatan dana Migas dan Otsus di Aceh,sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran, tidak seperti pembangunan terminal terpadu di Kota Subulussalam persis di tengah hutan,” sebut DR Aliasuddin, SE, MSi.

Pembangunan Rawat Lingkungan Didukung Program

Gubernur Aceh Zaini Abdullah mencanangkan pembangunan menggalakkan rawat lingkungan di pantai timur dan tengah Provinsi Aceh mendapat dukungan dari lembaga peduli lingkungan. “Jika pembangunan jalan dan jembatan di pantai tengah dan timur Aceh ikut memelihara dan menjaga lingkungan kita dukung,” papar Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin, Rabu (30/10).

Safaruddin mengharapkan, ketika pembangunan di pantai timur dan tengah di Provins iAceh diwujudkan, maka pemeliharaan lingkungan tak sebatas omong kosong yang tidak direalisasi.

“Jika nantinya jalan sudah bagus dan arus transportasi lancar, maka kita minta tidak dimanfaatkan untuk kelancaran bisnis kayu di pedalaman Aceh ke luar Aceh. Jalan ini nantinya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, apalagi sampai dimanfaatkan mafia sebagai arus keluarnya kayu-kayu berkelas ke luar Aceh,” papar Safaruddin. (WSP/b24)

Sumber : Beritasore.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini