GeRAK Aceh Gelar Diskusi Aktif di Jantho

Jantho-ORBIT: Kontribusi pertambangan belum mampu mengimbangi persoalan yang ditimbulkan. Karena jumlah royalty daerah yang diperoleh masih sangat rendah.
Oleh karena itu pemerintah diminta segera meninjau ulang aturan bagi hasil pertambangan tersebut. Demikian hasil diskusi aktif yang digelar oleg GeRAK Acehbesar, Selasa (29/10) di Jantho.
Pada kesempatan itu, turut hadir unsur Pemerintahan Aceh Besar, BAPPEDA, Dinas Pertambangan dan Energi, Perindustrian dan Perdagangan, Kehutanan dan perkebunan, DPKKD, KPTSP dan Ormas. Diskusi ini dipandu langsung oleh Ketua GeRAK Aceh Besar, Nasruddin.
“Mekanisme transparansi pendapatan daerah sektor ekstraktif“ diangkat sebagai tema diskusi. Membahas sejumlah permasalahan yang terjadi di lingkup proses ekpoitasi sumbar daya alam (SDA) mineral dan batubara (minerba) yang ada di Kabupaten Aceh Besar.
Menurut Nasruddin, masih banyak permasalahan masyarakat yang masih timbul akibat eksplorasi dan eksploitasi tambang dan belum mampu diimbangi dengan kontribusi yang ada. ”Jumlah pendapatan daerah saat ini belum imbang jika dibandingkan dengan efek yang muncul,” kata Nasruddin.
Bila merujuk pada undang-undang yang ada dan undang-undang otonomi khusus, tingkat kesejahteraan masyarakat  pribumi di lingkungan tambang cukup menjanjikan. Namun faktanya tidak mendapatkan seperti yang diharapkan.
Oleh sebab itu, lanjut Nasruddin, pemerintah daerah harus segera meninjau ulang aturan yang ada terkait dengan royalty hasil tambang. Hal itu dimaksudkan agar kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan dan diimbangi. Di sisi lain, leading sektor juga dituntut untuk kerja keras terutama dalam mengawasi aktivitas tambang hingga pemasaran.

harianorbit.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini