PEMKAB ACEH TENGAH TETAP PERHATIKAN KORBAN GEMPA

FOTO ANTARA/Rahmad/ed/Spt/13
Banda Aceh, 1/11 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tetap memerhatikan korban gempa terutama dalam memberi dukungan percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah penduduk serta fasilitas publik lainnya yang rusak akibat bencana alam itu.

Hingga saat ini, perhatian terhadap korban gempa masih tetap menjadi prioritas, terutama dalam memberi dukungan percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga dan insfrastruktur publik yang mengalami kerusakan," kata Wakil Bupati Aceh Tengah Khairul Asmara di Takengon, Jumat.

Gempa berkekuatan  6,2 skala richter  mengguncang dataran tinggi "Tanah Gayo" yang meliputi Aceh Tengah dan Bener Meriah pada  2 Juli 2013.

Di Aceh Tengah, sekitar 16 ribu rumah penduduk serta berbagai fasilitas publik termasuk gedung sekolah, puskesmas dan rumah ibadah mengalami rusak berat, sedang dan ringan akibat bencana tersebut. 

Wakil bupati menjelaskan, karena fokus pemerintah memperhatikan korban gempa sehingga menyebabkan penundaan pelaksanaan kegiatan olahraga dan budaya tahunan berupa pacuan kuda tradisional yang cukup diminati masyarakat.

Yang seharusnya pacuan kuda tradisional merupakan agenda tahunan Pemkab Aceh Tengah itu pada Agustus, namun tahun ini kami undur menjadi akhir Oktober 2013 karena mencurahkan perhatian terhadap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa," katanya menjelaskan.

Khairul mengatakan dorongan dan antusiasme dari sebahagian masyarakat sangat tinggi untuk pelaksanaan kegiatan olahraga berkuda agar perlombaan pacuan tetap diselenggarakan meski dalam keadaan sederhana karena suasana duka masih menyelimuti masyarakat Aceh Tengah. 

Pacuan kuda tradisional  diikuti sebanyak 303 ekor kuda yang juga sebagai rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke 68, 17 Agustus 2013 itu secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Khairul Asmara pada 28 Oktober 2013.

Penyelenggaraan pacuan kuda  juga merupakan wujud konsistensi kita untuk mempertahankan tradisi seni budaya, sekaligus sebagai media hiburan bagi warga, khususnya di tiga kabupaten dataran tinggi gayo (Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues)," kata Wakil Bupati Aceh Tengah. 

Jumlah 303 ekor kuda peserta lomba pacuan itu masing-masing Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 170 ekor,  Bener Meriah mengirim tercatat 97 ekor, dan Gayo Lues mengirim sebanyak 34 ekor. Pacuan kuda tradisional itu berlangsung selama sepekan. (Azhari)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini