PKL Demo Balai Kota

BANDA ACEH - Seratusan Pedagang Kaki Lima (PKL), Selasa (29/10) berdemo ke Balai Kota Banda Aceh Selasa (29/10) pagi. Mereka mempertanyakan nasibnya setelah digusur dari sejumlah lokasi, di antaranya Jalan Chik Pante Kulu, Diponegoro, dan Jalan Rama Setia, Gampong Lampaseh Kota, Banda Aceh.

Kehadiran pengunjuk rasa sekitar pukul 09.30 WIB itu disambut aparat kepolisian dan Satpol PP yang sudah berjaga-jaga di sana. Namun, aksi itu berlangsung aman hingga beberapa perwakilan PKL diterima Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, bersama para asisten dan pihak terkait lain di ruang rapat Wali Kota Banda Aceh.

“Kami memang menyadari penggusuran ini sudah diberitahu pihak Pemko. Namun, pemko tidak memberi solusi, ke mana kami akan jualan selanjutnya setelah penertiban itu,” ujar Ketua Persatuan Persaudaraan Pedagang Pasar Aceh (P4A) Muzakir Reza Pahlevi saat beraudiensi dengan Illiza.

Ia juga mengatakan, kalau pun ada beberapa relokasi yang ditawarkan, seperti pasar Atjeh, pasar Batoh, pasar Peuniti, kata Muzakir, belum layak ditempati.

“Pasar Peuniti menjual sayur, mana cocok pedagang kain jualan di sana. Begitu juga dengan pasar Batoh, mulai sanitasinya hingga sarana lain belum tersedia,” ungkapnya didampingi PKL lainnya.

Wakil Wali Kota, Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, tetap tidak memberi izin para PKL itu untuk kembali berjualan di lokasi semula. Meski hanya untuk sementara menunggu tempat relokasi yang baru.

Pasalnya, menurut Illiza, selama penggunaan pinggir Jalan Chik Pante Kulu, Diponegoro, dan Jalan Rama Setia oleh PKL, sudah cukup menggangu kepentingan umum, mulai kelancaran lalu lintas, pejalan kaki, keluhan pemilik toko yang menyewa sekitar PKL berjualan, hingga menimbulkan kesemrautan
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini