Arsitek Perempuan Rancang Stadion Megah Milik Qatar

Desain stadion baru di Al Warakah, Qatar (Foto: Inhabitat)
DOHA - Arsitek perempuan keturunan Iran, Zaha Hadid didapuk sebagai perancang stadion baru milik Qatar yang akan digunakan pada perhelatan Piala Dunia 2022. Stadion yang akan dibangun di Al Warakah, di luar kota Doha ini akan menjadi salah satu dari deretan masterpiece arsitek ternama dunia ini.

Dalam proyek ini Zaha Hadid akan berkolaborasi dengan perusahaan konstruksi AECOM. Meskipun hingga kini, detil dari desain stadion masih belum dijelaskan, namun dia memastikan stadion ini akan menggunakan energi terbarukan sebagai pendingin dalam stadion. Konstruksi stadion ini pun dipastikan akan dimulai tahun ini.

Seperti dikutip laman Inhabitat, Jumat (7/6/2013), daerah bersejarah Al Wakrah dikenal sebagai kota yang kaya akan warisan budaya, termasuk situs arkeologi, arsitektur Islam dan bangunan bersejarah. Untuk itu, desain stadion yang tidak akan mengganggu nilai historis kota ini sangat dibutuhkan. Sebelumnya, sebuah proposal untuk stadion ber-AC ditolak karena tidak menerapkan konsep berkelanjutan (sustainability).

Di sekitaran kampus akan dibangun ruang terbuka hijau yang luas ke dalam wilayah gurun dan menciptakan kawasan hutan yang subur yang dapat dinikmati masyarakat. Hutan tersebut juga akan membantu pendinginan area stadion secara alami melalui produksi oksigen yang berfungsi sebagai penyaring udara.

Stadion ini dirancang memiliki kapasitas 45 ribu penonton, namun dapat pula dikurangi menjadi 20 ribu penonton saja jika potongan modular pada area tempat duduk diubah bentuknya dan akan dipergunakan untuk keperluan lain selama pertandingan. Bagian luar atau kulit stadion akan dibuat berlapis dan berlubang. Fungsinya sebagai penyaring cahaya sekaligus mendorong arus angin.

Sebelumnya, sebuah megaproyek baru juga telah dipublikasikan sebagai persiapan negera kaya minyak ini menjelang Piala Dunia 2022. Perusahaan pengembang properti, Barwa Real Estate mengumumkan rencananya untuk membangun sebuah proyek properti senilai USD5,5 miliar atau sekira Rp53 triliun (Rp9.700 per USD). Proyek tersebut berupa resor dan hunian yang akan dibangun di sebuah pulau di lepas pantai Qatar. (NJB)

Sumber: Okezone.com 
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini