BUPATI Nasaruddin Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Kalau ditanya siapa bupati yang tidak bisa tidur nyeyak tiap malam. Jawabannya adalah Nasaruddin.
   
Betapa tidak, Nasaruddin yang belum setahun menjabat bupati periode kedua itu harus menghadapi cobaan yang cukup besar, yakni daerahnya dilanda bencana gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter pada 2 Juli 2013.
   
Akibat musibah tersebut, belasan ribu rumah penduduk rusak berat dan ringan, sehingga puluhan ribu penduduk terpaksa tidur di tenda.
   
Penderitaan warga tersebut yang membuat Bupati Nasaruddin yang dilantik 27 Desember 2012 itu tidak bisa tidur nyeyak, karena memikirkan nasib rakyatnya yang tidur di hunian tidak layak tersebut.
   
Mungkin kalau siang hari tidak ada masalah, tapi kalau malam, udara yang sangat dingin tersebut terkadang membuat warga tidak kuat.
   
Namun demikian, sebagai kepala daerah, kesusahan dan kesediahn dirinya tidak dinampakkan kepada warganya dan selalu tegar menghadapinya. Dan yang terpenting lagi, ia selalu dekat dengan warga.
   
Nasaruddin yang sudah lama malang melintang di jabatan teras di kabupaten penghasil kopi Arabika terbesar di Aceh itu tidak bosan-bosan mengunjungi warganya di desa-desa, khususnya yang terkena musibah gempa.
   
"Saya harus memberi semangat kepada masyarakat korban, karena dengan cara begini mereka mungkin terhibur, sambil menunggu pembangunan kembali rumah yang rusak," kata Nasaruddin.    
   
Nasaruddin yang pernah menjabat Sekdakab saat Bupati dijabat Mustafa Tamy itu selalu memberi semangat di setiap kesempatan, mengingat pembangunan perumahan hingga kini belum juga dimulai, karena masih menunggu dana dari Pemerintah Aceh.
   
Nasaruddin yang berpasangan dengan Khairul Asmara menjabat Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah untuk masa  bakti 2012 hingga 2017.
   
"Harus disadari bersama, musibah gempa yang terjadi adalah adalah ujian dari ketaqwaan kita. Kami selaku pimpinan daerah dalam kesempatan yang baik ini mengajak segenap masyarakat yang terkena musibah untuk menjalani cobaan ini dengan penuh ketabahan dan kesabaran serta keyakinan bahwa terdapat hikmah yang lebih besar dibalik bencana gempa yang  menimpa daerah kita," kata bupati yang biasa disapa Pak Nas ini.
   
Mengutip firman Allah SWT di Surat Al Baqarah ayat 153, ia menyatakan, yang artinya, Hai orang-orang yang  beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
   
Hal itu terus dilakukan Pak Nas, sehingga masyarakat, khususnya korban gempa bisa memahami bahwa ini semua cobaan dari Allah SWT, sehingga mereka bisa tetap bertahan di tenda-tenda, sambil menunggu rumah baru yang permanen.
   
Lebih dari itu, Pak Nas berharap dengan seringnya bersilaturrahmi, hubungan silaturrahmi, kebersamaan dan persaudaraan di daerah berhawa dingin itu terus meningkat.
   
Musibah gempa tersebut mengakibatkan 35 jiwa meninggal dan 5 orang hilang, begitu juga 15.553 unit rumah mengalami kerusakan, 153 unit kantor pemerintahan rusak, 242 unit sarana kesehatan juga ikut rusak serta 381 unit sarana pendidikan dan 275 sarana ibadah rusak dan terakhir 155,32 kilometer infrasruktur jalan juga rusak.
   
"Kita bersyukur, hingga saat ini bantuan terus mengalir dan tawaran bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan, namun demikian kita harus terus bangkit, bangkit dari rasa sedih dan menjadi semangat yang kuat, Pemerintah  berusaha keras membangun kembali, agar keadaan kembali normal seperti biasa, keyakinan bahwa bencana ini datang dari Allah akan membuat kita bangkit," pungkas Bupati Nasaruddin.
( Heru Dwi S)

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini