Banda Aceh (ANTARA News) - Pemkot Banda Aceh memperkenalkan "wisata kopi" melalui festival kopi yang merupakan agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, pada 22-24 Nopember mendatang.

"Melalui festival kopi ini menjadi salah satu upaya kita dalam mempromosikan potensi wisata daerah ini. Festival kopi ini setiap tahun berlangsung sejak 2011 dan mendapat apresiasi cukup baik," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh Reza Pahlevi di Banda Aceh, Senin.

Ia menyebutkan, materi kegiatan festival itu antara lain kursus meracik kopi dan ujicoba rasa kopi. Festival kopi itu akan belangsung di Taman Sari Kota Banda Aceh.

Kegiatan tahunan wisata juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat khususnys di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

"Tujuan lain dari festival tersebut adalah bagaimana upaya kita bersama dalam memperkenalkan cita rasa kopi Aceh, tidak hanya masyarakat nusantara tapi juga dunia internasional," katanya menambahkan.

Banda Aceh juga dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki warung kopi terpanjang di dunia.

"Itu merupakan potensi yang perlu kita perkenalkan kepada masyarakat penikmat kopi, selain juga warung kopi di Banda Aceh beraktivitas hingga dini hari yang mengambarkan suasana damai di Aceh," kata Reza menjelaskan.

Dikatakannya, rangkaian festival itu juga akan dilaksanakan pertemuan antarprodusen kopi dari berbagai daerah di Aceh, yang diharapkan bisa terjalin sebuah pengalaman dan transaksi pasar terhadap komoditas perkebunan tersebut.

"Sebab, Aceh seperti wilayah pedalaman yakni Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues itu merupakan daerah sentra produksi kopi jenis arabika yang pasar produksinya telah dikenal dibeberapa negara. Kita berharap sesama pelaku bisnis kopi bisa saling menukar informasi," katanya menjelaskan.

Selain festival kopi, ia juga menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut akan menampilkan beberapa penampilan seni budaya tradisional seperti tarian seudati, dan atraksi penutur tradisional PMTOH.