Gubernur Aceh : Potensi Laut Aceh Belum Tergarap Optimal

FOTO ANTARA/Irwansyah Putra/ss/nz/12.
Banda Aceh, 1/11 (Antara) - Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan potensi besar di perairan laut daerahnya belum tergarap optimal sehingga tidak mampu menyejahterakan masyarakat khususnya ratusan ribu nelayan yang tersebar di pesisir pantai wilayah itu.
    
Melalui sektor perikanan tangkap ini kedepan harus mampu meningkatkan ekonomi Aceh khususnya para nelayan," katanya disela-sela temu teknis pembangunan dan pengelolaan perikanan di Banda Aceh, Jumat.
    
Dihadapan ratusan nelayan kelompok penerima manfaat bantuan kapal dari sejumlah kabupaten dan kota di Aceh itu, gubernur mengharapkan ke depan tingkat kesejahteraan nelayan Aceh harus lebih baik.
    
Gubernur menyebutkan hampir 60 persen dari total wilayah Aceh adalah perairan laut. Dan kawasan perairan laut Aceh berada di wilayah yang sangat strategis yakni di Selat Malaka dan Samudera Indonesia.
    
Namun sungguh memprihatinkan bahwa potensi laut Aceh yang cukup besar itu dinikmati oleh nelayan asing dari aksi ilegal fishing'. Kondisi itu dikarenakan kemampuan sarana dan prasarana nelayan kita masih minim," kata Zaini Abdullah.

    
Disebutkan potensi perairan laut Aceh diperkirakan mencapai 423,410 ton pertahun, namun yang mampu tergarap selama ini berkisar 125 ribu ton pertahun.
    
Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan menyalurkan bantuan sebanyak 40 unit kapal penangkap ikan berkapasitas 40 GT. Bantuan kapal penangkap ikan itu diserahkan kepada kelompok nelayan dari sejumlah daerah.
     
Gubernur menyatakan ada empat faktor yang menjadi kelemahan  nelayan Aceh dalam mengoptimalkan hasil perikanan di perairan laut provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
     
Pertama, Zaini Abdullah menyebutkan yakni minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki sehingga teknologi penangkapan dan pengelolaan sektor perikanan hanya berjalan seadanya.
     
Kedua, para nelayan Aceh umumnya tradisional yang bekerja dengan modal seadanya . Ketiga masih lemahnya penguasaan tentang teknik penangkapan dan pengelolaan ikan. Keempat, kurang terawatnya TPI/PPI di sejumlah daerah sehingga menyulitkan nelayan untuk fokus pada pengembangan usahanya.(Azhari)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini