HMI Aceh Tengah Pertanyakan Pelaksanaan Syariat Islam

Mencermati gejala-gejala penyimpangan syariat Islam dalam masyarakat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Aceh Tengah mempertanyakan kebijakan dan komitmen pemerintah daerah terkait hal tersebut

"Beberapa waktu kebelakang kami melakukan pengamatan lapangan, banyak yang ditemukan indikasi penyimpangan syariat islam", kata Ketua HMI Cabang Aceh Tengah, Fajriansyah Lingga dalam kesempatan beraudiensi dengan Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM

Penyimpangan yang terjadi, menurut Lingga seperti maraknya ditemukan penggunaan pakaian ketat, masih adanya beredar minuman keras, serta tumbuhnya usaha hiburan karaoke dan cafe yang "melegalkan" khalwat semakin membuat runyam upaya penegakan syariat islam di Kabupaten Aceh Tengah

"Melihat maraknya indiikasi pelanggaran, kami mempertanyakan komitmen penegakaan syariat islam di Aceh Tengah", kata Lingga yang juga mensinyalir adanya dukungan aparat keamanan sehingga semakin mempersulit upaya penegakan syariat islam di daerah itu

Menanggapi beberapa masukkan dari HMI, Bupati Nasaruddin menyambut baik masukkan dan informasi yang disampaikan oleh HMI. "jangkauan pelayanan yang harus ditangani Pemerintah Daerah sangat luas, sehingga membutuhkan informasi dari para pihak, terlebih HMI", katanya

Bupati menyahuti beberapa masukan dari HMI terkait penegakan syariat islam dan akan melakukan tindakan segera."Setelah ini, terlebih dahulu kita akan bermusyawarah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah", kata Nasaruddin

Musyawarah perlu dilakukan menurut Nasaruddin, karena beberapa pimpinan instansi yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah juga terkait dengan upaya penegakan syariat islam

Namun demikian, Nasaruddin juga segera memerintahkan jajarannya untuk tetap dan lebih meningkatkan kinerja dalam mengawal penegakkan syariat islam di daerah itu."Selain melakukan antisipasi dengan memberikan himbauan lakukan penilangan dengan konsekuensi penutupan usaha", kata Nasaruddin

Terkait dengan maraknya penggunaan pakaian ketat bagi perempuan, Nasaruddin sedikit "menyentil" prilaku yang lebih suka membeli pakaian ketat."Pedagang menjual karena yang minat dan yang beli jenis pakaian ketat juga banyak", katanya

Diakhir pertemuan, Nasaruddin menghimbau HMI Aceh Tengah, untuk terus mengawal penegakkan syariat islam di daerah penghasil kopi arabica tersebut.(IA)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini