Jenderal Al Sisi Serbu Komplek Asrama Universitas Al Azhar

Pasukan Keamanan Mesir saat melepaskan peluru ke arah pengunjuk rasa. (foto: twsela.com)
 By. Masykur A. Baddal - Sedikitnya tiga orang korban tewas, serta ratusan lainnya luka-luka, akibat serbuan pasukan keamanan Mesir, ke dalam  komplek asrama mahasiswa Universitas Al Azhar di kota 6th District Nasr City jam 23.00 waktu Cairo (20/11).

Dari berbagai sumber berita yang berhasil penulis rangkum. Bentrokan tersebut berawal dari keputusan Rektorat Universitas Al Azhar pada tanggal 20/11/2013, yang melarang mahasiswa melakukan aktifitas unjuk rasa dalam komplek asrama. Serta membekukan semua aktifitas BEM Universitas Al Azhar di seluruh Mesir. Bahkan Rektorat Al Azhar meminta kepada pasukan keamanan, untuk menangkap siapapun yang berusaha melakukan aktifitas unjuk rasa di dalam komplek asrama Al Azhar.

Melihat gelagat yang kurang baik dari pihak Rektorat Al Azhar, spontan ribuan mahasiswa dan mahasiswi Al Azhar Mesir pun melakukan Long March. Di mulai dari dalam komplek asrama, hingga mengelilingi kota Nasr City Cairo. Mereka menuntut rektorat untuk segera mencabut putusan yang mengekang tersebut. Dalam aksi unjuk rasa damai itu, mereka juga meneriakkan yel-yel pelengseran junta militer, serta menuntut junta militer untuk melepaskan semua tapol Mesir.

Aksi unjuk rasa berlangsung hingga tengah malam. Kemudian pada jam 23.00 waktu Cairo, ratusan pasukan kemanan bersenjata lengkap, melakukan penyerangan ke dalam komplek asrama. Berakhir dengan jatuhnya tiga orang korban tewas serta ratusan lainnya dalam keadaan kritis, akibat tembakan peluru tajam pihak keamanan serta peluru cartouch dari jarak dekat. Mirisnya, pasukan keamanan melarang akses ambulance ke lokasi bentrok, sehingga semakin menambah kondisi kritis para korban.

Akibat peristiwa berdarah tersebut, BEM Universitas Al Azhar Mesir, setelah shalat subuh tanggal 21/11/2013, mengeluarkan pernyataan sikap. Yaitu, menuntut Syeikh Al Azhar, rektorat, pasukan kemanan serta junta militer bertanggungjawab atas jatuhnya korban pada peristiwa berdarah itu. Serta menegaskan, bahwa perjuangan para syuhada terus digelorakan hingga penguasa kudeta negeri sungai Nil itu benar-benar tumbang.

Salam
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini