Kasatpol PP: Demi Allah saya tak makan uang

Kasatpol PP dan WH Aceh Khalidin Lhoong menyerahkan piala kepada para pemenang bola voli putri./Dok: satpolppwh.acehprov.go.id
BANDA ACEH - Kepala Satpol PP dan WH Aceh, Khalidin menyatakan bahwa dirinya demi Allah tidak ada makan uang satu rupiahpun dari Rp650 juta yang disangkakan padanya, sehingga dirinya ditahan, hari ini.

"Prinsipnya saya menganut asas praduga tak bersalah, walapun secara keuangan saya tidak ada makan satu rupiahpun," katanya.

Ia menuturkan saat ini dirinya berharap dapat penangguhan penahanan, karena kejadian yang dikenakan padanya adalah sesuatu hal yang tidak ada merugikan negara. "Saya tidak ada korupsi, karena saya tidak memperkaya diri," ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa selaku pimpinan dirinya mendapatkan laporan dari Kasubbag TU bahwa dari hasil rapat dengan tenaga honor, bahwa mereka telah setuju untuk membayarkan dana untuk tes narkoba, dan juga untuk dana kegiatan lainnya, yang biaya atas beban tersebut dibayarkan melalui pemotongan honor. "Saya hanya menyetujui, atas dasar kesepakatan yang ada," tukasnya.

Ia melanjutkan, jikapun terdapat penggunaan dana untuk tes narkoba yang berasal dari pemotongan dana honor pegawai kontrak di instansinya, Ia menyatakan siap bertanggungjawab. "Jika penggunaan dana untuk tes narkoba, saya siap mempertanggungjawabkannya," tandasnya.

Dan tentu saja keterangan Khalidin ini berbeda dengan pengakuan saksi-saksi yang telah diperiksa oleh penyidik Polresta Banda Aceh. Dari keterangan saksi, kasus ini berawal dengan telah dikeluarkan nota dinas yang ditandatangani oleh Kasubbag TU T Armansyah, perihal perintah kepada bendahara pengeluaran untuk dipotong gaji tenaga honor Satpol PP dan WH sebanyak Rp650 ribu per orang, dari total tenaga honor sebanyak 1000 orang.

Pada tanggal 15 Mei 2013, berdasarkan SPP LS dan SPM dari bendahara Rabiuddin, diajukan permohonan pembayaran honor tenaga kontrak bulan Januari sampai dengan April 2013. Dan kemudian pada tanggal yang sama, kuasa Bendahara umum daerah (BUD), menerbitkan surat perintah pembayaran dana (SP2D) ke rekening Satpol PP dan WH senilai Rp6,6 miliar.

Dan kemudian, pada tanggal 16 Mei, atau keesokan harinya, diketahui dana tersebut sudah masuk ke rekening Satpol PP dan WH, senilai Rp6,6 miliar, yang peruntukan dana tersebut adalah untuk membayar honor tenaga kontrak sebanyak 1000 orang di intansi tersebut.

Pada tanggal 21 Mei 2013, berdasarkan print out rekening bendahara pengeluaran, Saudara Rabiduddin, yang bersangkutan telah mentransfer dana senilai Rp650 juta ke rekening atas nama Syarifah Fatmah.

Dan dari keterangan Saudara Syarifah Fatmah, dirinya mendapatkan perintah secara lisan melalui telpon dari Saudara T Armansyah untuk mentransfer dana Rp15 juta ke rekening pribadinya yang ditransfer melalui atm.

Kemudian, tanggal 23 Mei 2013, Kepala Satpol PP dan WH, Khalidin telah memerintah Saudara Syarifah Fatmah secara lisan untuk melakukan penarikan uang sebesar Rp390 juta, dan kemudian juga diperintahkan untuk mentransfer dana Rp215 juta ke rekening Rahmadi Irama, anggota Bid Dokkes Polda Aceh yang katanya untuk tes narkoba anggota Satpol PP dan WH.

Dan Kemudian, kembali Saudara Syarifah Fatmah mendapatkan perintah dari Saudara T Armansyah tanggal 23 Mei 2013 untuk mentransfer dana Rp245 juta ke rekening pribadinya. Kemudian, tanggal 24 Mei diperintah untuk mentranfer dana sebesar Rp170 juta sebagai pembayaran pemesanan baju training dan celana.

Dan kemudian, tanggal 24 Mei, atas permintaan Saudara Khalidin, meminta kepada Rahmadi Irama untuk menarik uang sebesar Rp155 juta yang kemudian diserahkan secara tunai kepadanya, yang menurut keterangan Rahmadi untuk keperluan pribadi.

Sumber: Waspada Online
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini