Kasus Mesum Dominasi Pelanggaran Syariat Di Banda Aceh

BANDA ACEH – Kasus khalwat (mesum) mendominasi pelanggaran Syariat Islam di Kota Banda Aceh, hal tersebut dikatakan wakil Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, Kamis (28/11).

“Pelanggaran terhadap qanun nomor 14 tahun 2013 tentang khalwat mendominasi di Banda Aceh, selama tahun 2013 ini ada 211 kasus yaitu khalwat dan meusum,” kata Illiza Saaduddin Djamal.

Untuk pelanggar Qanun Nomor 11 tahun 2002 tentang pelaksanaan Syariat Islam bidang Agidah, Ibadah dan Syariat Islam, kata dia, terdapat 153 kasus.

Sedangkan pelanggar Qanun Nomor 12 tahun 2003 tentang minuman khamar sebanyak 26 kasus, Sementara yang terus terjad penurunan kasus yakni di Qanun Nomor 13 tahun 2013 hanya 2 kasus.

Semua kasus tersebut, Kata Illiza, terhitung sejak bulan Januari hingga November 2013, bahwa sudah 392 kasus dan sudah ditangani  oleh penyidik Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh.

“Sesuai dengan tingkat pelanggaran, ada yang dilakukan pembinaan secara berkala dan pembinaan terpadu dengan melbatkan pihak pihak terkait,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa dari hasil pembinaan yang selama ini dilakukan pihaknya, bahwa sudah banya berdampak positif dalam peningkatan kesadaran bagi pelanggar syariat.

Terkait pelaksanaan penegakan Syariat Islam di kota Banda Aceh pada alokasi anggaran untuk pelanggar syariat yaitu hukuman cambuk, kata dia karena sampa saat ini qanun jinayah sebaga dasar hukum cambuk belum disahkan oleh Pemerintah Aceh.(Red/DD).

Sumber: DiliputNews.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini