Kegiatan Mahasiswa Indonesia Di Australia Masih Normal

Banda Aceh, 21/11 (Antara) - Kegiatan belajar mahasiswa Indonesia di Australia tidak terpengaruh dengan kondisi politik kedua negara, sehingga sampai saat ini masih berjalan normal dan sangat kondusif, kata salah seorang mahasiswa Azhari Yahya, SH, MCL, MA.
     
"Menurut pengamatan saya pribadi sebagai mahasiswa kondisi belajar di Australia hingga saat ini masih berjalan normal dan sangat kondusif," katanya menjawab pertanyaan Antara di Australia melalui surat elektronik (e-mail), Kamis.
     
Azhari yang merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh yang mengambil program Doktor di Monash University, Melbourne, Australia itu menyatakan, sejauh ini isu penyadapan itu belum ada dampak apa-apa terhadap kelangsungan study mahasiswa Indonesia di Australia. 
     
Azhari yang pernah menjadi Ketua Monash Indonesian Islamic Society (MIIS) periode 2009-2010 juga menyebutkan, hubungan pertemanan dengan teman-teman Australia, baik di kampus maupun di luar kampus juga tetap berjalan normal. 
     
Demikiam juga halnya hubungan dengan para dosen asal Australia, semuanya berjalan fair seakan tak ada isu apa-apa, ujarnya. 
     
"Sampai saat ini belum ada instruksi apa-apa yang kami terima baik dari Pemerintah Australia maupun Indonesia (KBRI Canberra dan KJRI Melbourne)," katanya. 
     
Dikatakan, isu perpolitikan yang pembicaraannya masih berada di level atas itu tidak membuat  mahasiswa Aceh dan teman-teman lainnya yang berasal dari provinsi lain di Indonesia surut dalam belajar. 
     
"Aktivitas keseharian kami sama sekali tidak terpengaruh dengan isu-isu penyadapan tersebut. Di lingkungan kampus isu-isu itu hanya sebatas pembicaraan dan diskusi-diskusi belaka tidak sampai berujung kepada aksi nyata," katanya.
     
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Luar Negeri Indonesia memanggil pulang Duta Besar untuk Australia di Canberra, sebagai jawaban kekecewaan atas insiden penyadapan terhadap Kepala Negara.
     
"Kami memanggil pulang Duta Besar untuk Australia di Canberra Nadjib Riphat, guna melakukan konsultasi dan memperoleh informasi tentang apa yang terjadi di Australia," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa saat konferensi pers di Jakarta, Senin. (Heru Dwi S)

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini