Ketika GAM Mulai Menagih Janji-janji ZIKIR


BANDA ACEH - Empat puluhan pengunjukrasa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM), Selasa (12/11) sekira pukul 10.30 wib, menuntut janji Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Zikir) yang pernah diucapkan di masa kampanye pilgub Aceh.

Di halaman kantor gubernur, para pengunjukrasa menyampaikan orasi sambil bergantian dengan memegang karton yang bertuliskan puegah lage but, peubut lage na. Di bawah pengawalan ketat dari pihak Polresta Kota Banda Aceh.



Bahkan, pengunjukrasa ini memberikan baju compang-camping sebagai bukti masih banyaknya rakyat Aceh hidup dibawah kemiskinan. Baju compang-camping tersebut diserahkan kepada Kasubbag Perjalanan Dinas Setda Aceh Syukrianto saat menemui aksi.“Apapun tuntutan dan permasalahan dari kawan-kawan akan saya sampaikan ke Gubernur Aceh. Sekarang Gubernur tidak berada di tempat,” ujarnya.



Pada kesempatan tersebut, Koodinator lapangan Sariman Arma mengatakan, sudah saatnya pemerintah Aceh memperhatikan pertumbuhan ekonomi di Aceh, jangan sampai rakyat Aceh terus hidup digaris kemiskinan.Menurutnya, di Aceh kemiskinan masih sangat jauh ketinggalan dengan rata-rata nasional.“Kami meminta pemerintah Aceh untuk lebih serius menangani kemiskinan dana angka pengangguran di Aceh yang makin tahun makin memprihatinkan,” ungkapnya.



Dikatakannya, setiap tahun dana otsus kian meningkat, namun masyarakat Aceh masih hidup di bawah garis kemiskinan. Tentu, hal ini, tidak maksimalnya penggunaan dana otsus untuk kepentingan rakyat. “Sangat miris melihat angka kemiskinan di Aceh sangat tinggi, sehingga diperlukan upaya serius pemerintah Aceh dalam mensejahterakan rakyat,” paparnya.



Dijelaskannya, dilihat dari sisi urutan secara nasional Aceh berada pada urutan ke 29 dari 33 provinsi di Indonesia. Tingkat kemiskinan di Aceh masih berada dibawah harapan rakyat Aceh. Ini membuktikan butir-butir UUPA gagal dijalani kepemimpinan Zikir,” teriaknya. Selanjutnya, mereka melanjutkan unjukrasa dan menyampaikan orasi di Bundaran Simpang lima, Kota Banda Aceh. Setengah jam kemudian para demontran ini membubarkan diri dengan tertib. [Pontianak Post]


Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini