Kisah Lengkap Arnoud Van Doorn, Mantan Politisi Belanda Anti Islam, Kini Berjuang Bela Islam

Arnoud Van Doorn
Belanda: UMAT Islam sedunia tentu masih ingat dengan Film 'Fitna', salah satu film yang menghujat dan memperolok Rasulullah SAW. Ya, pembuat film itu adalah Arnoud Van Doorn, mantan Politisi Belanda yang anti-Islam.

Namun kini, mantan anggota terkemuka partai sayap kanan yang dipimpin Geert Wilders itu, telah menjadi Mualaf. Van Doorn makin memantapkan hatinya untuk menjadi seorang muslim yang taat. Ia bahkan telah mengunjungi makam Nabi Muhammad dan Masjid Nabawi di Madinah. Di sana, ia shalat dan meminta maaf, karena menjadi bagian dari film yang menghujat Islam dan Rasulullah SAW.

Bulan Maret 2013 lalu, Van Doorn memutuskan untuk masuk Islam setelah mempelajari agama yang dulu pernah hina, juga Rasulullah yang sebelumnya ia lecehkan bersama petinggi Partai Untuk Kebebasan yang beraliran sayap kanan tersebut.

Diakui Arnoud, saat dirinya mengumumkan menjadi seorang muslim, banyak yang menganggapnya sebagai lelucon. Namun, Doorn meyakinkan banyak orang dengan menunjukkan surat resmi yang isinya menyatakan dirinya sudah menjadi muslim kepada Wali Kota Den Haag, Belanda.

"Aku bisa memahami orang-orang yang skeptis dengan pilihanku, yang bagi sebagian orang tak diharapkan. Ini adalah keputusan besar yang sama sekali tak bisa aku anggap enteng," katanya seperti dilansir Al Jazeerah.

Arnoud mengaku, kemarahan umat Islam dunia yang mengutuk film yang dibuatnya, memaksanya untuk mempelajari Islam. Kemudian, menuntunnya kepada hidayah.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Saudi Gazette pada Selasa (23/04), Doorn, yang memeluk Islam, mengatakan, bahwa ia akan mempersembahkan hidupnya secara penuh untuk menyebarkan pesan Islam dari Rasulullah SAW. Lalu, ia ingin mempromosikan ajaran Islam melalui film di seluruh dunia.

"Saya akan melindungi hak-hak Muslim di semua negara Eropa serta untuk melayani Islam dan pengikutnya di seluruh dunia. Saya akan mencoba yang terbaik untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan saya untuk Islam dan Nabinya (saw) lewat film 'Fitna', " katanya.

Doorn mengatakan ia memutuskan, bekerjasama dengan produsen film, CDA berbasis di Toronto, Kanada, untuk menghasilkan film internasional yang bertujuan untuk menghapus keraguan tentang Islam dan Nabi Muhammad SAW.

"Saya akan menggunakan semua pengalaman saya dalam memproduksi sebuah film alternatif, yang akan berbicara tentang citra Islam yang sebenarnya dan semua aspek dari kepribadian Nabi (saw) serta kualitas yang baik dan mulia ini."

Dalam wawancara itu, Doorn mengatakan, bahwa ia menyesal menjadi bagian dari seperti sebuah film yang menyerang Islam.

" Saya sekarang memulai bab baru dan benar-benar saya tidak ingin mengingat tentang hal itu. Film yang memicu reaksi luas merupakan langkah salah di pihak kita karena mengandung banyak informasi yang menyesatkan, dan agama Illahi dari Muhammad adalah agama yang benar, "katanya lagi.

Doorn juga berterima kasih semua orang yang mendukung dia dan memuji dia untuk memulai hidup baru sebagai seorang Muslim. Mungkin banyak mantan kolega dan pendukungnya di Belanda sana yang mencemooh keputusannya masuk Islam, namun cukup banyak pula yang mendukung dan memahami langkahnya.

Kata ia, agama Islam adalah sesuatu yang tidak mendasar di Belanda akhir-akhir ini setelah kebebasan atas nama Hak Azasi lebih mendapat porsi lebih besar.

"Saya juga menyadari intensitas kebencian yang beberapa orang Barat memiliki terhadap Islam dan Nabi (saw) dan itu tampaknya didasarkan pada ketidaktahuan dan prasangka mereka."

Kata Doorn, Homoseksualitas dan segala yang berbau duniawi lebih sering dibahas di parlemen Belanda. Jadi, menurutnya, di negara asalnya bukan hal utama bagi mereka apakah ada agama yang dilecehkan atau bahkan dihujat secara terbuka. Apalagi tentang seseorang menjadi Mualaf atau Pendeta.

Kini, Doorn benar-benar menikmati keindahan Islam, "saya sangat senang di berkat nama besar Allah SWT untuk membimbing saya ke jalan-Nya. Ini adalah pengalaman yang diterangkan bagi saya, "katanya lagi.

Menurutnya, Partainya tetap berdiri melawan Islam dan penyebaran Islam di Eropa.

"Beberapa dari mereka sekarang menganggap saya sebagai pengkhianat. "

Doorn mengatakan, bahwa ia kagum melihat intensitas cinta dan kasih sayang umat Islam untuk Nabi mereka (red : Nabi Muhammad SAW).

"Saya juga menyadari intensitas kebencian yang beberapa orang Barat memiliki terhadap Islam dan Nabi (saw) dan itu tampaknya didasarkan pada ketidaktahuan dan prasangka mereka," tutupnya.


Sumber: indonesiarayanews.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini