KP3 ALA: Provinsi ''ALA'' Harus Terwujud


Banda Aceh, 13/11 (Antara) - Ketua Komite Percepatan Pemekaran Propinsi Aceh Leuser Antara (KP3-ALA)  Pusat Armen Desky menyatakan pihaknya terus berupaya memperjuangkan agar Pemerintah Pusat bisa mewujudkan berdirinya provinsi ALA. 
     
"Kami akan terus berjuang dan berharap Pemerintah Pusat bisa segera membentuk provinsi Aceh Leuser Antara sebagai daerah yang dimekarkan dari induknya Provinsi Aceh," katanya saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu.
     
Sebab, mencuatnya isu pemekaran provinsi ALA terpisah dari Aceh itu merupakan aspirasi masyarakat dari enam kabupaten untuk mengejar ketertinggalan pembangunan serta juga mewujudkan percepatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
     
"Dalam waktu dekat, kami yang didukung para geuchik dan tokoh masyarakat akan berangkat ke Jakarta sebagai bahagian dari perjuangan agar Pemerintah Pusat juga mau mendengar aspirasi kami," katanya menambahkan.
     
Ia menyebutkan, jadwal keberangkatan para geuchik dan tokoh dari sejumlah kabupaten ke Jakarta itu direncanakan pada awal Januari 2014. "Kami berharap, masalah pemekaran provinsi ALA itu bisa terwujud sebelum berakhirnya Pilpres 2014," katanya menambahkan.
     
Bahkan, Armen Desky menegaskan seluruh anggota DPRK Aceh Tenggara telah menyatakan dukungannya untuk pembentukan provinsi ALA.
     
Saat ini,  wilayah yang akan bergabung dengan provinsi ALA adalah Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Aceh Tenggara. "Jadi enam kabupaten ini akan bergabung menjadi provinsi ALA," kata dia menambahkan. 
     
Armen Desky yang juga mantan bupati Aceh Tenggara itu menjelaskan bahwa secara teknis dan administrasi maka provinsi ALA sudah lengkap karena perjuangan untuk pemekaran tersebut telah dilakukan sejak 14 tahun silam.
     
"Saya pikir, Pemerintah Aceh tidak perlu alergi dengan pemekaran ini. Aceh idealnya ada empat provinsi namun tetap dibawah satu 'Wali Nanggroe'. Tujuan kita adalah untuk percepatan kemakmuran dan pemerataan pembangunan antar wilayah di Aceh ini," kata dia menjelaskan.(Azhari)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini