Mantan Bupati Bireuen Ditahan

KoranBireuen.com – Mantan Bupati Bireuen, Drs Nurdin Abdul Rahman, bersama tiga tersangka lainnya ditahan Satreskrim Polres Bireuen, Jumat malam (1/11/2013).
Para tersangka diduga terlibat tindak pidana korupsi di Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, sewaktu Nurdin Abdul Rahman masih menjabat Bupati Bireuen periode 2007-2012.
Keempat tersangka yakni, Drs Nurdin Abdul Rahman (64) mantan Bupati Bireuen, Isfanni AMKL (32) Staf RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Candra M.Kes (49) Staf Fungsional Medis RSUD dr Fauziah Bireuen dan dr Yurizal (46) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen.
Kapolres Bireuen melalui Kasat Reskrim, AKP Jatmiko SH, menjelaskan kepada wartawan, para tersangka diduga terlibat tindak pidana korupsi di Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen sebesar Rp 1,6 miliar. Itu sesuai dengan hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Aceh yang menyebutkan, telah terjadi kerugian negara sebesar Rp 1,6 miliar, akibat perbuatan para tersangka.
Terkait penahanan tersangka, sebut Jatmiko, itu karena mereka tidak kooperatif selama menjalani pemeriksaan penyidik. Selain itu, ada sejumlah pertimbangan lainnya dari tim penyidik.
Menurut Jatmiko, terhadap tersangka dr Yurizal, dr Candra dan Isfanni dipersangkakan telah melanggar pasal 2 yo 3 UU RI No. 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2011 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Ancaman pidananya paling lama 20 tahun dan paling singkat empat tahun penjara,” jelas Jatmiko.
Sementara terhadap Nurdin Abdul Rahman, kata Jatmiko, dijerat dengan pasal 2 yo 3 yo 4 UU RI No. 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2011 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancaman pidananya paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun penjara.
Penasihat hukum para tersangka, M. Ali Ahmad SH, sangat menyesali penahanan kliennya tersebut. Alasannya, selama ini para tersangka sangat kooperatif menjalani pemeriksaan. “Inilah akibatnya karena selama ini para tersangka terlalu kooperatif. Padahal, selama ini Nurdin Abdul Rahman telah banyak berbuat baik uintuk Kabupaten Bireuen,” tegasnya kesal.
Pantauan KoranBireuen, setelah menjalani pemeriksaan selama sehari penuh, para tersangka dipakaikan baju tahanan orange. Kemudian, mereka langsung dimasukkan ke dalam sel tahanan Polres Bireuen sekitar pukul 21.30 WIB.  (Suryadi)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini