MASYARAKAT MINTA PEMERINTAH KUBUR BANGKAI GAJAH

Ilustrasi - ANTARA/SYAHROL RIZAL
Banda Aceh, 30/11 (Antara) - Masyarakat Desa Teupin Asan, Kecamatan Darul Hikmah Kabupaten Aceh Jaya  meminta pemerintah setempat untuk mengubur bangkai seekor gajah betina yang diperkirakan mati sejak beberapa hari lalu.
    
"Masyarakat sudah resah, sebab bangkai gajah yang sebelumnya mati di sungai namun kini sudah terdampar dekat pemukiman penduduk. Kami berharap pemerintah menanggani masalah tersebut," kata seorang warga Desa Teupin Asan, Suardi yang dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu.
     
Ia memperkirakan gajah betina tersebut mati sejak tiga hari lalu di sungai kawasan desa Teupin Asan. Namun, karena meluapnya air sungai akibat hujan deras maka turut membawa bangkai gajah itu berdekatan dengan desa Teupin Asan.
     
"Jadi, kami tidak bisa lagi mandi dan mencuci dengan air sungai karena khawatir sudah tercemar dengan bangkai gajah itu. Karenanya, kami berharap pemerintah mau membantu membantunya," katanya dia menambahkan.
     
Suardi alias Adi Taleuek mengatakan pihaknya telah menghubungi pejabat pada Dinas Kehutanan Aceh Jaya agar ikut menanggani masalah bangkai gajah yang mulai meresahkan masyarakat itu.
     
"Namun, pejabat pemerintah menyatakan tidak ada anggaran untuk menguburkan gajah itu. Selain meminta masyarakat sendiri untuk bisa mengatasi masalah tersebut," katanya menambahkan.
     
Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Amon Zamora, membenarkan pihaknya mendapat laporan terkait adanya gajah betina mati di Aceh Jaya.
     
"Saya telah menurunkan tim ke Aceh Jaya. Dan laporan sementara benar seekor gajah betina yang diperkirakan berat satu ton atau usianya berkisar tujuh tahun itu mati sekitar tujuh hari lalu, dan bangkainya dekat dengan pemukiman penduduk," kata dia menjelaskan.
     
Namun, kata dia, pihaknya telah menurunkan tim melakukan penyelidikan dan mencari jalan keluar bersama masyarakat untuk mengatasi masalah bangkai gajah betina itu. BKSD juga akan meneliti apakah gajah itu mati karena sengaja dibunuh oleh oknum tidak bertanggungjawab atau tidak. (Azhari)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini