Pelanggar Syariat Harus Ditindak Tegas


Parlementaria DPRK Banda Aceh

JANGAN berikan ruang sedikitpun bagi siapa saja yang melanggar syariat di Kota Banda Aceh. Pelakunya harus ditindak tegas, sehingga tidak merembes luas dan menjadi kebiasaan buruk yang terus terjadi di kota yang sudah ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata yang islami.

Pernyataan keras itu, disampaikan M Nasir, B.Sc, anggota DPRK Kota Banda Aceh, menyikapi masih ada sejumlah hotel dan restoran di Banda Aceh temuan pemko yang dengan sengaja menyediakan sarana maksiat, seperti diskotik dan pub dibarengi minuman keras dengan pelayan yang memakai pakain seksi.

“Bila ada hotel atau restoran yang melanggar syariat, harus ditindak tegas. Pemko, dalam menertibkan hotel dan restoran yang nakal, jangan pandang bulu. Siapa saja yang melanggar harus diberi sanksi berat atau langsung dicabut izin, “ ungkap anggota dewan dari Partai P3 ini keras.

Petugas lapangan, seperti Satpol PP dan WH dalam menjalankan tugas tidak segan-segan mengambil tindakan bila mendapat pelanggar syariat. Jangan karena kenal atau ada beking lalu mengurungkan niatnya dalam penertiban, sehingga menjadi kecemburuan sosial dan mendorong pihak lain mencontoh hotel atau restoran yang tidak ditertibkan itu.
Untuk mengawasi pelaksanaan syariat, selain yang dilakukan oleh pihak dewan dan pemko sendiri. M Nasir meminta peranserta warga kota yang selama ini sangat baik, perlu terus mendukung Pemko Banda Aceh sama-sama mengawal jalannya syariat di pusat ibukota Propinsi Aceh ini dengan baik.

“Tanpa dukungan warga, tidak mungkin DPRK dan Pemko mampu mengawasi pelanggar syariat secara maksimal. Karena modus operasinya bisa berbeda dan terkadang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Bagi yang melihat bisa langsung memberitahukan ke dewan atau kepemko. Jangan bertindak sendiri,”papar anggota komisi D yang membidangi syariat penuh harap.

Salah satu, pelaksanaan syariat yang terlibat langsung warga desa yang kini sangat efektif dilaksanakan untuk menghindari praktek asusila, kata M Nasir, dilakukan di kawasan pantai menuju Pelabuhan Ulee Lheue. Daerah, yang sebelumnya banyak digunakan kaum muda-mudi untuk “berpacaran” ditutup pada malam harinya oleh warga atas izin Pemko Banda Aceh.

Penutupan yang oleh sebagai dinilai merugikan obyek wisata terpaksa ditempo warga, karena mereka khawatir bila desa dikotori dengan berbagai maksiat – jangan-jangan akan mengundang bencana tsunami menyapu  kembali desa mereka. Karena, menjelang tsunami – saat diberlakukan darurat militer, kawasan pantai banyak disalahgunakan oleh orang-orang tak bertanggungjawab, sehingga gelombang tsunami datang membersihkan  desa dan kota dengan merengut puluhan ribu jiwa warga kota.


Selama ditutup, kata M Nasir, mulai magrib sampai pagi hari hanya warga yang tinggal disana saja yang boleh keluar masuk. Sementara, tamu yang tidak dikenal dan tidak ada tujuan yang jelas “diharamkan” membuka pintu yang bertulisan stop dengan palang besi disisi kiri-kanan yang merentangi badan jalan dua jalur tersebut. Kawasan yang diwaktu siang hidruk pikuk itu, memang sepi pada malam hari - tapi sangat menentramkan warga Ulee Lheue selama ini.

Kepada pemilik hotel, restoran dan pelayanan publik yang membuka usahanya di Kota Banda Aceh, diminta taat aturan. Tidak menjual jasa dengan cara-cara yang tidak baik dan turut merusak citra kota yang kini sedang dibenahi menjadi model kota madani.
“ciri-ciri kota madani dan islami itu, ditempat pelayanan publik tidak macam-macam. Menjual yang haram. Sudah jelas, tidak boleh jual minuman, pakaian minim. Apalagi menyediakan PSK, kalau melanggar syariat  izinnya dicabut saja,”  papar anggota Fraksi PD ini tegas.


Komisi D, kata M Nasir, memberi apresiasi penuh kepada Wakil Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal yang telah membentuk tim khusus untuk memantau pelanggar syariat. Bahkan, dalam dua hari ini sudah menemukan satu hotel berbintang yang pekerjannya memakai pakaian terbuka dan rambut dicat berwarna. (*)



Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini