Pemkab Abdya Dan TNI Tanam Jagung Hibrida Bersama Petani

Foto Ilustrasi
BLANGPIDIE – Demi terwujudnya program ketahanan pangan yang dicita-citakan pemerintah Indonesia, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) mengembangkan kegiatan penanaman bibit jagung hibrida dikabupaten tersebut.

Program yang dilakukan itu juga untuk optimalisasi lahan seluas 300 hektar bagi para petani, yang dibagi di dua Kecamatan, yakni Kuala Batee dengan luas area tanam 160 hektar, dan Kecamatan Bahbahrot dengan luas area tanam 140 Hektar.

Selain itu program yang dilaksanakan tersebut juga berfungsi untuk mengembangkan komoditi jangung di Kabupaten yang berjulukan Breuh Pade Sigupai itu.

Wakil Bupati Abdya, Yusrizal Razali ketika menghadiri rapat koordinasi kegiatan optimasi lahan kerjasama TNI-AD mendukung ketahanan pangan di kantor Balai Penyuluh Pertanian dan Perikanan, Alue Peunawa Kecamatan Babahrot, Senin (18/11), dalam sabutannya mengatakan program itu harus lebih dioptimalkan, lantaran kewajiban dari seluruh masyarakat adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan di Abdya khususnya.

“Kepada para petani yang tergabung ke dalam sejumlah kelompok haruslah benar-benar serius. Lebih baik sakit duluan demi mendapatkan hasil yang memuaskan. Untuk itu saya mengharapkan program ini bisa berjalan dengan baik, pengawasan dari semua kalangan sangat diharapkan sehingga program ini tidak sia-sia,” kata Yusrizal.

Orang nomor dua di daerah tersebut juga mengajak para petani agar terus berbenah diri, sehingga dalam pelaksanaannya mendapatkan hasil yang memuaskan.

Sementara itu  Pasiter Kodim 0110 Abdya,  Kapten Inf. Kusnun, yang mewakili Komandan Distrik militer atau Dandim 0110 Abdya, Letkol. Arm. E Dwi Karyono AS, dalam sambutannya menyampaikan program yang dilaksanakan pihaknya yang bekerjasama dengan Pemkab Abdya merupakan bagian dari tugas TNI-AD  dalam membantu dan mendukung ketahanan pangan.

Kegiatan penanaman jagung hibrida itu, kata Kusnun, nantinya akan dilakukan 13 kelompok tani di dua kecamatan itu, akan langsung dikontrol pihak TNI, Dinas Pertanian dan Peternakan Abdya, dan penyuluh lapangan.

“Program yang dilaksanakan TNI tersebut ini sebagai upaya  dalam merangsang  dan motivasi  petani, untuk memanfaatkan dan  pengembangan lahan tidur lebih luas lagi untuk mengembangkan penanaman jagung.

Untuk menyukseskan program ini koordinasi dan pengawasan langsung akan kita terapkan,” Kata dia.

Selain itu bantuan berupa benih dan dana untuk mepersiapkan lahan, kata dia, juga disiapkan demi membantu para petani dalam kelancaran program yang dilaksanakan.

Biaya yang disiapkan dalam program tersebut, menurutnya mulai dari proses kesiapan lahan hingga memasuki proses penanaman jagung senilai Rp.750 ribu per hektare.

Kepala Distannak Abdya,Adusmin, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, dalam program itu selain dibekalai biaya kesiapan lahan hingga biaya penanaman, kelompok tani  juga akan disediakan benih jagung hibrida varietas Bisi-816 sebanyak 15 Kg per hektare dan herbisida pra tumbuh (setelah tanaman tumbuh).

Dalam penanaman bibit jagung yang dilakukan, kata dia, para petani nantinya akan diberikan pembinaan teknis di lapangan dengan didampingi tim teknis Distannak Abdya serta para penyuluh pertanian lapangan.

“Sedangkan pihak TNI-AD akan melakukan pembinaan tentang pemanfaatan lahan dan penggunaan peralatan pendukung yang diperlukan dalam kegiatan itu serta pengawalan selama menjalankan program ini,”ujarnya.(Red/Zal)


Sumber: DiliputNews.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini