PENGAMAT: PIMPINAN ACEH HARUS ARIF SIKAPI MASALAH

Banda Aceh, 14/11 (Antara) - Pengamat komunikasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam A Rani Usman, mengatakan para pemimpin di Aceh harus arif dan bijaksana dalam menyikapi berbagai masalah yang terjadi menjelang pelaksanaan Pemilu 2014.
     
"Saya mengharapkan berbagai masalah yang timbul menjelang Pemilu itu dapat disikapi secara arif dan bijaksana oleh para pimpinan di Aceh, sehingga tidak menimbulkan polemik dikemudian hari," katanya di Banda Aceh, Kamis.
     
Hal tersebut disampaikan menyikapi mencuatnya kembali isu pemekaran provinsi, dan adanya aksi penolakan Qanun (Perda) bendera dan lambang Aceh di beberapa tempat di wilayah itu.
      
"Isu-isu itu biasa muncul dimana-mana dan kapan saja di Aceh, apalagi menjelang Pemilu namun itu adalah bahagian dari demokrasi yang harus kita sikapi secara bijak dan arif," kata Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh itu.
      
Tidak hanya di Aceh, A Rani mengatakan moment Pemilu banyak digunakan para pialang politik untuk menggiring berbagai opini publik terhadap lawan-lawan politiknya dengan tujuan bisa meraih kemenangan saat Pemilu.
      
"Namun demikian, jangan sampai pula para pimpinan di Aceh tidak menyikapi pihak-pihak yang menyuarakan berbagai masalah itu. Artinya kita juga harus terus mencoba melakukan pendekatan-pendekatan ke Aceh-an dengan mereka. Itu hak mereka menyuarakan aspirasinya," katanya menambahkan.
       
Dipihak lain, dia mengharapkan para pemimpin di Aceh baik itu ditingkat eksekutif maupun legislatif agar bisa merangkul seluruh komponen masyarakat untuk menyukseskan pembangunan, dan program-program untuk kemajuan provinsi berpenduduk sekitar 5 juta jiwa tersebut.
        
"Artinya, tugas pimpinan merangkul seluruh komponen untuk menyukseskan program pembangunan yang sudah berjalan, selain yang akan dilaksanakan pemerintah Aceh sehingga juga bisa mendapat dukungan dari berbagai kalangan," kata A Rani Usman.
       
Selain itu, dia  mengimbau para pemimpin juga harus mampu membuat masyarakat lebih aman dan nyaman sehingga terciptanya suasana yang harmonis. Sebaliknya pimpinan di Aceh tidak membuat masyarakat gelisah dengan situasi yang tidak tenang.(Azhari)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini