PSLS diduga terlibat pengaturan skor


BANDA ACEH - PSLS Lhokseumawe dicurigai terlibat dalam pengaturan skor pada pertandingan playoff Indonesian Premier League (IPL) 2011. Manajer, pelatih, dan empat pemain masuk bidikan Komisi Disiplin PSSI.

Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Hinca Pandjaitan, pihaknya menemukan indikasi pengaturan skor pada laga tersebut yang melibatkan dua klub, yakni Bontang FC dan PSLS Lhokseumawe.

Menurut Hinca, ada lima figur dari Bontang FC, yakni tiga pemain, satu pelatih, dan satu manajer ditambah enam figur dari PSLS yang terdiri atas empat pemain, satu manajer, dan satu pelatih diperkirakan menjadi pelaku pada pertandingan yang digelar di Jepara itu.

“Selama seminggu lalu, kami sudah bekerja keras tanpa banyak pihak yang tahu. Seluruh rekaman pertandingan sudah kami punya dan diperiksa," ujar Hinca kepada wartawan di Jakarta, Minggu.

Disebutkan, seluruh perangkat pertandingan yang bertugas di Jepara itu sudah dimintai keterangan, termasuk materi pertandingan, perangkat pertandingan, laporan pertandingan selama satu hari penuh. Langkah selanjutnya, Komdis akan memanggil individu-individu yang menjadi tersangka dalam waktu dekat.

“Hari Rabu nanti, kami panggil PSLS, lalu besoknya baru panggil Bontang FC,” sebutnya menambahkan penyelidikan tersebut digelar setelah Komdis mengamati pertandingan lewat rekaman video dan mendengarkan kesaksian.

“Ada satu, dua tiga pemain sangat tidak nyaman dan bahkan mengaku ke wasit bahwa dirinya dalam keadaan tertekan. Perangkat pertandingan tidak terlibat, tetapi mereka sendiri bingung, tidak pernah menyaksikan pertandingan seperti itu. Babak pertama tampil habis-habisan, babak kedua seperti tak keluar keringat,” paparnya.

Komdis belum bisa memastikan peranan setiap individu yang menjadi tersangka. Komdis akan membuat klasifikasi di antaranya pelaksana di lapangan. Komdis pun meminta keterangan dari seluruh perangkat pertandingan, mulai wasit, penjaga garis, inspektur pertandingan hingga asisten wasit dalam pertemuan selama 12 jam.

“Ancamannya (karier) pemain itu selesai. Ibarat pidana mati dalam sepakbola. Kami akan berikan ancaman terberat, tetapi semua orang akan diberi kesempatan untuk banding,” tutup Hinca.

Sumber: wasapada online
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini