Sekeluarga Dihukum 6-8 Tahun karena Cabuli Bocah, Mengamuk Usai Vonis

Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Sidang vonis kasus pencabulan dengan terdakwa 4 orang sekeluarga di Pengadilan Negeri Banda Aceh sempat 'panas', Selasa (26/11/2013). Salah seorang terdakwa mengamuk di pengadilan karena tidak menerima vonis hakim.

Keempat terdakwa adalah MI (58), RNB (53), DD, dan RK. Mereka merupakan ayah, ibu dan anak. Hadir, pendukung terdakwa dan pendukung korban. Polisi menjaga ketat sidang itu.

Saat hakim memvonis RK dengan hukuman 8 tahun, tiba-tiba sekelompok orang yang diduga pendukung terdakwa mengamuk. Mereka berteriak-teriak tidak terima putusan hakim. Akibatnya, sejumlah warga dibawa keluar pengadilan polisi.

RK divonis 8 tahun penjara dan DD divonis 7 tahun. Vonis keduanya lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut keduanya 10 tahun penjara.

Sementara MI divonis dan RNB divonis 6 tahun penjara. Vonis itu lebih ringan dua tahun dari tuntutan JPU yang menuntut keduanya 9 tahun penjara.

Selain pendukung terdakwa yang memanas, salah seorang terdakwa lain yaitu MI juga sempat menendang wartawan yang meliput di pengadilan saat hendak dibawa ke ruang sidang. Namun, polisi yang mengawalnya langsung membawanya ke dalam ruang persidangan.

Sedangkan RNB yang menjalani terakhir, mengamuk di ruang sidang usai hakim membacakan vonis. Ia memukul meja sambil berteriak-teriak histeris. "Kasus ini rekayasa. Puas kalian semua yang telah membuat keluarga kami menderita," teriak RNB saat dibawa ke luar sidang.

Kasus pencabulan yang dilakukan oleh sekeluarga ini terjadi di Tringgadeng, Pidie Jaya, Aceh. Dalam kasus ini, keempat terdakwa didakwa dalam berkas terpisah atas pencabulan terhadap bocah 13 tahun yang tak lain tetangganya sendiri. Meski kejadian di wilayah hukum Pidie Jaya, sidang digelar di PN Banda Aceh dengan pertimbangan banyak saksi berdomisili di Banda Aceh. Selain soal saksi, juga karena alasan keamanan.

Sumber: detiknews.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini