Sopir Pelat Hitam Dikeroyok Awak L-300

Ilustrasi dikeroyok
BANDA ACEH - Konflik antara awak angkutan umum L-300 dengan sopir/pengusaha angkutan berpelat hitam (dikenal sebagai mobil rental) pecah lagi di Aceh. Dalam kasus terbaru, awak angkutan L-300 dilaporkan mengeroyok sopir mobil rental yang sedang beroperasi di Abdya, Jumat (22/11/2013) malam.

Kasus pengeroyokan terhadap sopir mobil rental bernama Khairunna alias Rona (35) itu dilaporkan Ketua Komite Transportasi Kijang Aceh (Koetaraja), Marhaban Pradoni kepada Serambi (Tribunnews.com Network), Minggu (24/11/2013) sore.

"Pihak kami sudah mengadukan kasus pengeroyokan ini ke Polres Abdya. Korban (Rona) juga berobat ke rumah sakit," kata Marhaban.

Diyakini terkait dengan kasus di Abdya tersebut, awak L-300 melancarkan razia terhadap mobil berpelat hitam yang melintas di jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh, tepatnya di kawasan Gle Judah, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (23/11/2013) malam hingga Minggu dini hari.

Dugaan pengeroyokan Rona, warga Desa Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Abdya itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di ruas jalan perbatasan Desa Padang Panjang dengan Desa Ladang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya.

Menurut versi Marhaban Pradoni, pengeroyokan berawal ketika Rona yang bekerja sebagai sopir Kijang Innova dari lembaga Koetaraja hendak menjemput seorang calon penumpang perempuan sesuai pesanan kakak dari calon penumpang itu.

"Nah, saat Rona menjemput, tiba-tiba datang sejumlah awak L-300 mengeroyoknya. Sepertinya para sopir L-300 itu sudah menunggu kedatangan mobil yang menjemput perempuan ini, lantaran sebelumnya calon penumpang itu sempat menghubungi awak L-300 membatalkan keberangkatan karena sudah ada mobil yang dipesan kakaknya," kata Marhaban.

Setelah kejadian itu, Rona membatalkan penjemputan tetapi langsung ke Polres Abdya melaporkan kasus itu dan ke rumah sakit untuk berobat.

"Kami tak bisa terima penganiayaan ini dan berharap polisi bisa mengusut tuntas," tandas Marhaban didampingi Bendahara Koetaraja, Khairizal.

Marhaban Pradoni juga melaporkan, buntut dari peristiwa di Abdya, awak L-300 merazia mobil pihaknya di kawasan Gle Judah, Lhoknga, Aceh Besar pada Sabtu (23/11/2013) malam hingga Minggu dini hari.

Dalam razia itu, kata Marhaban, awak L-300 menyita tiga Kijang Innova Koetaraja dari Tapaktuan yang melintas pada Minggu (24/11/2013) sekitar pukul 04.00 WIB.

Dari tiga mobil yang terjaring razia tersebut, Marhaban hanya menyebutkan satu mobil yaitu Kijang Innova BK 1613 HU yang dikemudikan Aga dengan membawa empat penumpang. Mobil tersebut sempat berbalik arah menyelamatkan diri ke Mapolsek Lamno, tetapi tetap dikejar pihak L-300 dan akhirnya didapat.

"Ketika dapat, mobil bersama sopir dan penumpang dibawa ke terminal Batoh dan mereka mencopot stiker Koetaraja yang kami tempel di kaca mobil. Sesampai di terminal, penumpang diturunkan, kemudian awak L-300 membawa ketiga mobil Innova kami ke Polresta Banda Aceh," kata Marhaban.

Dimintai tanggapannya mengapa mobil berpelat hitam mengangkut penumpang umum, Marhaban mengatakan, mereka sudah memiliki surat izin usaha pariwisata yang dikeluarkan Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) Banda Aceh, Dra Emila Sovayana pada 28 Juni 2013.

"Dengan izin usaha pariwisata itu, kami boleh mengangkut penumpang, asal tak mengambil penumpang di terminal dan di jalan, tetapi penumpang yang memesan," ujar Marhaban.

Bahkan, katanya, dalam akta notaris Koetaraja pada Pasal 6 disebutkan tujuan didirikan komite ini untuk membantu pengusaha dan sopir dalam menyelesaikan kuningisasi, izin trayek, peremajaan angkutan umum serta berbagai program lainnya yang dianggap perlu dalam mendorong ekonomi jasa transportasi (angkutan umum, travel, rental, dan angkutan pariwisata di Aceh).

"Kami sudah memberitahu soal izin Koetaraja ini ke Gubernur, Ketua DPRA, dan Kapolda. Tujuan kami untuk beraudiensi tentang hal tersebut. Tetapi sejauh ini belum ada tanggapan dari mereka, karena itu kami menganggap selama ini kami tak salah mengangkut penumpang dengan syarat seperti tadi," kata Marhaban.(sal/nun)

Sumber: TribunNews.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini