SYAIFUL, Hakim Yang Bekerja Penuh Keiklasan

Bekerja dengan ihklas dan menikmatinya, itulah salah satu kunci kesuksesan Syaiful Has'ari dalam 
melaksanakan tugas menjadi hakim tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Banda Aceh.
     
Bapak dua anak yang mulai karier menjadi hakim adhoc di Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh 
sejak 2011 itu selalu menanamkan di dalam dirinya sendiri bahwa setiap pekerjaan harus dinikmati, 
sehingga tidak merasa berat dan jenuh.
     
Syaiful yang sebelumnya menjadi panitera di Pengadilan negeri Banda Aceh itu tidak begitu asing 
dengan meja hijau, karena sering dihadapinya ketika masih bertugas.
     
Oleh karenanya pengalamannya selama menjadi panitera sangat membantu tugas barunya menjadi hakim 
tipikor.
     
Selama menjadi hakim, Syaiful tidak mengeluh dengan pekerjaannya, meskipun kasus yang 
ditanganinya terkadang sudah melebihi kemampuan.
     
"Memang kasus yang harus ditangani di Pengadilan Tipikor Banda Aceh ini sudah melebihi jumlah 
hakim, sehingga kewalahan untuk menyelesaiakannya," katanya.
     
Dikatakan, dirinya terkadang harus mempelajari berkas di rumah, karena memang di kantor sudah 
tidak ada waktu lagi, akibat padatnya acara persidangan.
     
Jumlah perkara korupsi yang masuk ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh pada 2013 sebanyak 45 kasus, 
sedangkan 35 kasus sudah selesai atau putus, sedangkan 10 kasus lagi sedang berjalan.
     
Sementara jumlah hakim hanya enam orang yang terdiri dari tiga hakim adhoc, sedangkan tiga lagi 
hakim karir yang ikut membantu.
     
Dengan jumlah kasus tersebut, masing-masing hakim menangani minimal 15 kasus, sehingga hampir 
setiap hari sidang.
     
"Jadi, kalau pekerjaan tidak kita nikmati, maka akan berat, tapi sebaliknya apabila pekerjaan itu 
kita nikmati dan ikhlas, maka semuanya menjadi ringan," katanya.
     
Syaiful yang merupakan salah satu dari dua hakim yang lulus menjadi hakim tipikor di Aceh itu 
sempat mengalami sakit dan tekanan darah menurun, karena kelelahan melaksanakan sidang dari pagi 
sampai malam.
     
"Saya pernah sewaktu sidang tiba-tiba pitam. Ternyata darah saya turun, karena kelelahan. Tapi 
semua itu saya nikmati saja, sehingga semua menjadi ringan," kata Syaiful.

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini