Terminal Tipe C Aceh Selatan Terlantar Pemkab Tidak Respon

TAPAKTUAN – Jika ada pepatah bijak yang menyebutkan “Membangun lebih mudah dari merawatnya”, maka kata itu sangat tepat untuk kita gunakan pada terminal Tipe C, yang dibangun di Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Pasalnya bangunan yang dibangun dengan nilai 1.098.509.000 rupiah melalui dana otonomi khusus tahun anggaran 2013, dan dikerjakan oleh rekanan CV.Fata Perdana dengan nomor kontrak :03/Ter-LH/Kontrak/Hub.Asel/V/2013 sesuai yang tertulis pada plank proyek itu kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Bangunan yang harusnya bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mampu menghidupkan perekonomian masyarakat, sebagai tempat persinggahan angkutan umum tapi sayang bangunan tersebut hanya menjadi persinggahan ternak bahkan juga menjadi kandang megah bagi ternak warga sekitar.

Saat wartawan DiliputNews.com, sabtu (16/11), menyambangi terminal tersebut terlihat puluhan kerbau sedang asyik berkandang di terminal tersebut, tidak ada kesan yang menarik perhatian saat mata tertuju pada bangunan yang lumayan megah serta halaman yang lumayan luas itu, selain dari susana jorok yang terlihat sangat kontras, lantaran kotoran ternak menghiasi halaman depan dan belakang komplek terminal
tersebut juga terlihat kumuh, bau kotoran ternak pun sangat menyengat.

Terbengkalainya sarana umum itu mendapat kritikan dari warga sekitar salah satunya Rajuddin. Ditemui DiliputNews.com disalah satu warung kopi sekitar Labuhan Haji Tengah sambil mengupulkan asap rokok dari mulutnya, serta meyerup segelas kopi ia meminta agar Pemerintah Kabupaten setempat tidak hanya diam dengan kondisi terminal tersebut, mimik wajahnya terlihat sedikit kecewa saat menyampaikan aspirasinya.

Menurut Rajuddin, dengan difungsikannya terminal itu maka banyak manfaat dan keuntungan yang akan dirasakan warga sekitar, selain menjadi terminal penumpang angkuta kota atau lintas kecamatan roda perekonomian masyarakat juga bisa hidup dengan memanfaatkan lokasi sekitar untuk berjualan.

Kondisi jorok dan kumuh diterminal itu, kata dia, lebih sangat terasa saat hujan mengguyur kompleks terminal itu, kotoran dari ternak-ternak yang singgah dikompleks terminal dan membuang kotorannya akan dibawa air menuju kejalan raya.

“Bapak lihat sendiri kotoran ternak menjadi hiasan kompleks terminal. Bila hujan turun, air kotoran ternak itu akan membanjiri jalan raya,” katanya.

Tidak terawatnya terminal itu, kata Rajuddin, juga bisa dilihat dari lampu- lampu yang terpasang dikomplek terminal dan bangunan sudah banyak yang copot, belum lagi ditambah dengan genteng bangunan yang juga sudah mulai bocor.

Rajuddin menilai, mudahnya ternak berkeliaran di sarana umum yang dibangun itu juga disebabkan oleh tidak adanya pagar pengaman yang mengelilingi kompleks teminal dan juga pemeliharaan dari Pemkab dibawah instansi terkait.

Terlantarnya asset yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu juga mendapat respon dari, Zulfar, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau DPRK setempat.

Dihubungi secara terpisah, Zulfar, berharap bangunan yang dibangun dari uang rakyat ini harus secepatnya mendapat perhatian dari pemerintah agar tidak terlantar.

Ia meminta kepada pihak Pemerintah agar bangunan itu tidak dibiarkan terlantar berlarut-larut, “Pemkab Aceh Selatan harus merawat bangunan yang dibangun dengan uang rakyat tersebut,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Aceh Selatan, Erwiandi, berkilah menurutnya tidak terawatnya bangunan tersebut bukanlah sesuatu yang disengaja, akan tetapi kata dia terminal itu masih belum ada serah terima dari Pemerintah Aceh kepada Pemkab setempat.

Belum ada serah terima yang dilakukan, menurutnya membuat pihaknya tidak bisa mengambil tindakan atau kebijakan apapun terkait kondisi bangunan yang ada pada terminal tipe C yang dibangun di Labuhan Haji Tengah itu.

“Jangankan mengambil kebijakan, bagaimana proses pengerjaannya pun kita tidak tahu apa-apa, semuanya ditangani provinsi,” ungkapnya (Red/Zal)

Sumber: DiliputNews.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini