13 WNI Dipenjara Karena Kartu Pengenal Palsu

Kuala Lumpur, 4/12 (Antara) - Sebanyak 13 warga negara Indonesia yang menjadi pendatang ilegal di Malaysia dijatuhi hukuman dua hingga sembilan bulan penjara atas tuduhan memiliki kartu pengenal palsu atau milik orang lain.

        
Semua tertuduh termasuk empat wanita diperintahkan menjalani hukuman mulai tanggal penangkapan pada 23 November dan akan dipulangkan ke Indonesia setelah selesai menjalani hukuman tersebut.

        
Tujuh di antara para pendatang itu didakwa di hadapan hakim Mahkamah Majistret KB Elena Hong Tze Lan dengan hukuman enam hingga sembilan bulan penjara setelah mereka mengaku bersalah atas tuduhan itu, demikian dilaporkan media lokal di Kuala Lumpur, Rabu.

        
Ketujuh terdakwa tersebut adalah Rahmawati Abdul Rahim Suma, Matrami Ramli, Mulianto Sida, Yunus Jaya, Haeruddin Arifin, Basrul Barisan dan Rustam Nordin.

        
Sementara enam orang lain didakwa di hadapan hakim Mohd Nazri Omran dan dijatuhi hukuman penjara antara dua hingga tujuh bulan. Mereka adalah Masud Lahamang, Bakat Kamiran, Firman Mohd Yunus, Ramlah Osman, Musdalifah Yusup dan Kamil Idris.

        
Ke-13 terdakwa melakukan kesalahan itu di Taman Subang Mas dan didakwa berdasar Peraturan 25 (1)(a) dan Peraturan 25 (1)(0) Peraturan Pendaftaran Negara 1990 dengan ancaman hukuman maksimal tiga tahun atau denda atau kedua-duanya.

        Semua tertdakwa tidak didampingi pengacara.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini