140 Kepala Sekolah di Bireuen Berguru ke Jatim

Bireuen, 20/12 (Antara) - Sebanyak 140 kepala sekolah SD, SMP, SMA dan SMK dari Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, telah berguru ke Kabupaten Lamongan, Jawa Timur untuk menyerap pengetahuan tentang kesuksesan bidang pendidikan di daerah itu.
     
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen Drs Nasrul Yuliansyah M.Pd di Bireuen, Jumat menyatakan, para kepala sekolah tersebut studi banding ke sejumlah sekolah unggulan di Lamongan yang siswanya banyak yang berprestasi di tingkat nasional.
     
"Sejumlah sekolah di Lamongan berprestasi di tingkat nasional, para kepala sekolah selain menimba ilmu manajerial sekolah juga melihat bagaimana pembentukan karakter siswa," ucapnya. 
     
Di Lamongan, sebutnya, terdapat sejumlah sekolah yang nilai ujian nasional (UN) siswanya masuk 10 besar nasional. Ada dua sekolah meraih penghargaan Adiwiyata (sekolah bersih) tingkat nasional. Sejumlah SMP yang berprestasi di tingkat nasional pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tiga tahun berturut-turut.
     
"Pendidikan karakter siswa di sekolah unggulan di sana juga cukup baik. Para siswa santun dan sangat menghargai gurunya. Cara-cara yang ditempuh sekolah di sana patut ditiru," ucap Nasrul yang mendampingi kepala SMK ke Lamongan baru-baru ini.
     
Sementara 100 guru SD dan SMP baru saja kembali dari Lamongan setelah magang selama tiga hari kerja ke daerah di pulau jawa itu.
     
Dengan dimagangkannya seratusan kepala sekolah itu, harap Nasrul, para kepala sekolah dapat menyerap dan mengadopsi apa yang dilakukan di sekolah-sekolah di Lamongan selanjutnya dapat diaplikasikan di sekolah di Bireuen, sehingga kualitas pendidikan di daerah ini meningkat, begitu pula perbaikan karakter siswanya.
     
Sebenarnya, ungkap Nasrul, sebuah formulasi tentang peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter siswa sudah dijalankan di Kabupaten Bireuen sejak setahun lalu melalui surat edaran Bupati Bireuen ke sekolah-sekolah.
     
Siswa di Bireuen diarahkan secara bersama membaca Surat Yasin pada Jumat pagi, guru mengkoordinir siswa Shalat Jumat, lalu memerintahkan guru mata pelajaran melaksanakan belajar tambahan kepada siswa.
     
"Meski konsep-konsep itu sudah disusun dengan baik, tetapi belum semua sekolah dapat menjalankannya, dukungan guru terhadap program perbaikan mutu pendidikan juga masih kurang, lalu bagaimana sekolah di sana mampu melakukannya, itulah yang dipelajari," kata Nasrul. (Murdeli)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini