150 Polisi Syariah Aceh Dikerahkan untuk Cegah Perayaan Tahun Baru

Banda Aceh - Jika di daerah lain Tahun Baru dirayakan dan dijaga polisi sedemikian rupa, maka di Aceh acara serupa bakal dicegah. Sebanyak 150 personel Satpol PP dan Wilayul Hisbah (WH) dikerahkan untuk mengawasi ada tidaknya perayaan pergantian tahun.

Kepala Tata Usaha Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Reza Kamili, mengatakan, anggota diterjunkan untuk mencegah adanya perayaan tahun baru di Banda Aceh. Para personel ditempatkan di lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpulnya massa pada malam perayaan tahun baru seperti di Bundaran Simpang Lima, hingga ke depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan Lapangan Blang Padang Banda Aceh.

"Mereka juga akan dibantu oleh personel dari Polresta Banda Aceh," kata Reza, Selasa (31/12/2013).

Petugas Satpol PP dan WH mulai disiagakan sejak pukul 17.00 WIB hingga menjelang pagi hari. Selain untuk mencegah adanya perayaan tahun baru, personel ini juga akan merazia pedagang terompet dan mercon yang berjualan di Banda Aceh.

"Kami sudah merazia pedagang mercon dan terompet sejak beberapa hari lalu," jelasnya.

Dalam dua hari, ribuan mercon dan kembang api disita petugas. Mercon yang disita itu kemudian dibawa ke kantor Satpol PP dan WH untuk diamankan.

Terkait perayaan tahun baru, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh telah mengeluarkan fatwa haram merayakan tahun baru masehi bagi umat Muslim. Fatwa itu dikeluarkan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang menjurus kepada maksiat. (Agus Setyadi - detikNews)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini