947 Korban Gempa Gayo Melapor ke BPBD

Serambi Indonesia/Bedu Saini
Salah satu rumah yang rubuh diguncang gempa 6,2 SR di Kecamatan Kampung Blang Mancung, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Foto direkam (28/9/2013).
TAKENGON - Sebanyak 947 korban gempa Gayo berkekuatan 6,2 skala Richter (SR) pada 2 Juli 2013 dalam Kabupaten Aceh Tengah melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah. Mereka memprotes data kerusakan terhadap rumah yang diguncang gempa, mulai dari ringan, sedang dan berat serta meminta didata ulang.

Para korban gempa Gayo di Aceh Tengah telah diberi kesempatan untuk menyampaikan kritikan atau lainnya terhadap bantuan yang merupakan bagian dari uji publik Pemkab Aceh Tengah untuk mendapatkan data seakurat mungkin. Sehingga, 947 surat pengaduan yang berasal dari kepala keluarga masing-masing korban gempa mengirim surat ke BPBD.

Kepala BPBD Aceh Tengah Subhan Sahara SSos, Senin (2/12/2013) mengatakan, sejak 13 November 2013 dan berakhir kemarin, surat pengaduan masalah dana bantuan rumah terus berdatangan. Dia menyatakan 947 pengaduan berasal dari sejumlah kecamatan yang diguncang gempa.

Dirincikan, dari 282 pengaduan dari Kecamatan Kebayakan, Kecamatan Bebesen 235, Pegasing 5, Kute Panang 5, Bies 22 dan kawasan terparah diguncang gempa, Ketol 133. Kemudian Kecamatan Lut Tawar 22, Celala 5, Rusip Antara 28, dan Kecamatan Silih Nara sebanyak 210.

"Dari semua surat yang masuk, di antaranya melaporkan tentang warga lain yang dinilai tak berhak menerima rumah, tapi orang tersebut masuk dalam data awal di desa maupun di kecamatan," ujarnya. Tetapi, sebagian besar ingin mengklarifikasi kesalahan tingkat kerusakan rumahnya.

Dia mencontohkan, seperti ada yang mengaku rumanya rusak berat, tapi dalam data tertulis rusak sedang atau ada juga yang mengaku rusak sedang, tapi terdata rusak ringan. Subhan menegaskan, untuk menindaklanjuti pengaduan korban gempa ini, pihaknya yang dibantu 189 tim fasilitator, termasuk di tim building control (BC) akan turun ke lapangan memverifikasi secara faktual.

Dia menambahkan, Tim Pendamping Masyarakat (TPM), dan Tim Pemantau dari unsur akademisi serta LSM juga akan turun ke lapangan untuk memverifikasi ulang data.

"Melalui tim ini, kita akan verifikasi kembali kebenaran surat yang masuk," ujarnya.

Subhan menyatakan jika ada yang memanipulasi data maka akan segera ketahuan dan diselesaikan secepatnya secara transparan dan dikoordinasikan dengan semua tim. Sebelumnya Subhan mengakui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menetapkan jumlah bantuan untuk rumah korban gempa, dengan kondisi kerusakan berat Rp 40 juta, sedang Rp 20 juta dan ringan Rp 10 juta. SBY mengunjungi Aceh Tengah pada 9 Juli 2013 atau sepekan setelah gempa.

Berdasarkan Data terakhir BPBD Aceh Tengah, rumah yang rusak sebanyak 16.403 unit, dengan kondisi rusak berat 4.338 unit, sedang 3.187 unit dan ringan 8.878 unit, serta 275 unit sarana ibadah. Dikatakan, sebanyak 12 kecamatan dari 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah terkena dampak gempa, atau 252 dari 352 kampung.(gun)

Sumber: TribunNews
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini