Aceh Alokasikan Dana Rp20 Miliar Pendidikan Inklusif

Oleh Azhari

Banda Aceh, 21/12 (Antara) - Pemerintah Aceh mengalokasikan dana senilai Rp20 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh 2014 sebagai upaya mendukung pendidikan inklusif di provinsi tersebut.  
     
"Saya berharap Aceh akan menjadi daerah terdepan yang sukses menyelenggarakan pendidikan inklusif ini. Pemerintah Aceh mengalokasikan dana senilai Rp20 miliar dari APBA 2014," kata gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Sabtu.
      
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Aceh Darmawan pada deklarasi Aceh sebagai penyelenggara pendidikan inklusif, gubernur mengatakan mulai tahun depan  kebijakan pendidikan inklusif itu akan diperkuat dengan berbagai sarana dan ketersediaan tenaga ahli.
       
Zaini Abdullah juga menjelaskan pada 2013, Pemerintah Aceh telah menjalin kerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung guna mendidik calon guru Sekolah Luar Biasa yang nantinya ditempatkan di sekolah inklusif.
       
Tahap pertama, ia menyebutkan telah mengirimkan sebanyak 74 lulusan SMA untuk mengambil S1 pendidikan luar biasa, selain juga pengiriman tenaga pendidikan khusus bagi sarjana sebagai guru yang akan ditempatkan di SLB.
        
Penyelenggaraan pendidikan inklusif adalah pendidikan yang dilaksanakan di sekolah atau kelas reguler dengan melibatkan seluruh peserta didik tanpa kecuali, sebagai bagian pemerataan belajar bagi anak berkebutuhan khusus dengan keistimewaan yang dimilikinya.
       
Sementara itu, Direktur Pembina Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dikdas Kemendikbud Mujito, menjelaskan Aceh merupakan provinsi kelima di Indonesia yang menjadi pelopor pendidikan inklusif ini.
       
"Saya mengapresiasi  kepada Pemerintah Aceh yang sangat gigih memperjuangkan pendidikan inklusif ini, sehingga anak yang memiliki perbedaan bahasa, beresiko putus sekolah karena sakit, kekurangan gizi, tidak berprestasi, anak yang berbeda agama, penyandang HIV/ AIDS, mendapat pendidikan yang sama," katanya.
       
Dijelaskan, dalam program wajib belajar masih ada yang belum mendapat kesempatan belajar terutama anak yang berkebutuhan khusus. Jadi perlu keberpihakan untuk mendidik mereka yang memiliki kelainan tanpa diskriminasi, dengan pendidikan khusus dan layanan khusus. 
      
Sementara Kadis Pendidikan Aceh Anas M. Adam mengatakan  banyak tantangan dalam pendidikan inklusif. Hingga kini masih ada 14 kabupaten dan kota belum menyelenggarakan pendidikan inklusif.
       
Tantangan lain, ia mengatakan juga masih kurangnya tenaga pendidik yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi pendidikan luar biasa.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini