ACEH BARAT KEMBANGKAN JAGUNG HIBRIDA

Banda Aceh, 24/12 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mulai mengembangkan tanaman jagung hibrida untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat petani di kawasan itu.
    
Wakil Bupati Aceh Barat Rachmad Fitri HD di Meulaboh, Selasa mengatakan, selain meningkatkan perekonomian pengembangan tanaman palawija tersebut juga mendorong percepatan pencapaian program nasional swasembada pangan 2014.
    
"Melalui pengembangan jagung hibrida ini pastinya dapat mengangkat taraf perekonomian masyarakat sekaligus mendukung tercapainya program ketahanan pangan nasional," katanya.
    
Katanya, komoditas pangan untuk menuju ketahanan pangan dapat berupa padi, gula, kedelai, jagung dan daging sapi, namun untuk di Aceh Barat pengembangan tanaman palawija seperti jangung sangat menjanjikan dengan letak geografis dan potensi daerah.
    
Sebut Wabub yang akrap disapa Haji Nanda ini, jagung hibrida selain komoditas strategis dan bernilai ekonomis untuk kawasan itu, tanaman ini juga dapat dijadikan makanan pokok sebagian masyarakat dan pakan ternak serta bahan baku industri makanan.
    
Selain itu katanya, pengembangan tanaman jagung hibrida tersebut juga sebagai upaya optimalisasi lahan agar dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan budidaya untuk memperluas areal tanaman produktif.
    
"Jagung Hibrida mudah dibudidayakan, apalagi harganya sangat menjanjikan dan ini merupakan faktor-faktor keuntungan dalam menanam jagung ini menjadi pilihan," imbuhnya.
    
Lebih lanjut dikatakan, varietas jagung hibrida diyakini memberikan hasil yang lebih baik daripada varietas jagung biasa, karena secara umum varietas ini lebih seragam dan mampu berproduksi lebih tinggi dengan masa penen lebih efektif.
    
Ia menyebutkan, penanaman perdana di areal empat hektar di Kecamatan Johan Pahlawan kerja sama TNI-AD dengan Pemkab Aceh Barat itu diharapkan dapat menjadi contoh dan akan diteruskan di 11 kecamatan lain kawasan itu.
    
Kata Wabub Nanda, beberapa waktu terakhir Pemkab Aceh Barat sudah melakukan sosialisasi berupa penyuluhan program ketahanan pangan dan sejalan dengan dimulainya tanaman perdana jagung hibrida ini merupakan implementasi dari tujuan pemerintah daerah setempat.
    
"Ini saya fikir sangat tepat, dimana kemarin sudah kita lakukan penyuluhan di 12 kecamatan dan pengembangan jagung hibrida ini merupakan implementasi dari sosialisasi yang kita berikan kepada penyuluh dan petani," katanya menambahkan.(Anwar)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini