Akademisi anggap politik pangan Indonesia tidak jelas

lustrasi petani di sawah (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Jakarta (ANTARA News) - Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin mengatakan politik pangan tidak jelas arahnya sehingga pembangunan pertanian Indonesia terpinggirkan secara politik.

"Tidak jelasnya politik pangan ini merupakan bagian dari masalah besar ekonomi pangan Indonesia," kata dia dalam Simposium Pangan Nasional di Jakarta, Senin.

Persoalan besar pertama ekonomi pangan adalah target swasembada pangan yang menurut Bustanul agak menyesatkan apalagi masih kerap ditemui dominasi pangan impor atau fenomena ketagihan impor.

"Hal ini semakin parah dengan  ketidakpahaman pemimpin pemda dalam kebijakan pangan," katanya.

Permasalahan besar kedua yang disorot Bustanul Arifin adalah pasar pangan yang tidak simetris, yang ditandai antara lain bila ada harga naik di tingkat konsumen, maka hal tersebut tidak tertransmisikan dengan baik di produsen.

Persoalan besar ketiga adalah masalah keberagaman pangan yang rendah akibat pemaksaan komoditas beras.

Pewarta: Muhammad Razi Rahman
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2013
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini