Bahan Makanan Penyumbang Angka Inflasi di Lhokseumawe

Lhokseumawe, 3/12 (Antara) - Bahan makanan kembali menjadi penyumbang terbesar terhadap angka inflasi di Kota Lhokseumawe pada November 2013 sebesar 1,50 persen, demikian laporan dari Badan Pusat Statistik setempat.
    
Kepala BPS Kota Lhokseumawe Mughlisuddin di Lhokseumawe, Selasa menyebutkan, dari hasil pemantauan pihak BPS terhadap berbagai harga komoditas di sejumlah pasar, kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 143.80 Persen pada Oktober berubah menjadi 144.74 persen pada November.
     
Perubahan IHK pada November disebabkan oleh naiknya beberapa kelompok pengeluaran, di antaranya yang paling dominan adalah pada kelompok bahan makanan 1,50 persen, kemudian diikuti oleh kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar sebesar 0,45 persen. 
     
Pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,38 persen, kesehatan 0,37 persen, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen, makanan jadi, minuman dan rokok sebesar 0,14 persen, sedangkan pada kelompok sandang mengalami penurunan indeks sebesar -0,34 persen.
     
"Karena terjadi kenaikan IHK terhadap beberapa kelompok pengeluaran dimaksud, maka Kota Lhokseumawe mengalami inflasi sebesar 0,65 persen pada November ini," ungkap Mughlisuddin.
     
Disebutkan juga olehnya, secara nasional yang dipantau perubahan harganya dari 66 kota di Indonesia, Kota Lhokseumawe pada November menempati urutan ke delapan kota yang mengalami angka inflasi tertinggi di Indonesia.
     
Sementara itu, untuk kota-kota di pulau sumatra (16 kota) yang dipantau perkembangan harganya 10 kota mengalami inflasi, inflasi tertinggi dialami Kota Pematang Siantar (1,39 persen), dikuti Padang Sidempuan (0,99), Kota Lhokseumawe (0,65), Kota Batam (0,62), Medan (0,61), Pekan Baru (0,45), Dumai (0,45), Padang (0,39), Tanjung Pinang (0,10), Sibolga (0,03). 
     
Sedangkan 6 kota lainnya mengalami deflasi yaitu Bengkulu (0,02 persen), Palembang (0,05), Banda Aceh (0,13), Jambi (0,22), Kota Bandar Lampung (0,29), dan kota Pangkal Pinang (0,88).
    
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini