Bea Cukai Musnahkan 26 Ton Gula Ilegal

Banda Aceh - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe C Madya Pabean Banda Aceh memusnahkan 26 ton gula illegal yang disita sejak 2011 hingga 2012.

"Gula yang dimusnahkan ini merupakan sitaan barang selundupan dari Sabang. Kasus gula ilegal ini sudah diputuskan pengadilan untuk dimusnahkan," kata Kepala KPP BC Tipe C Madya Pabean Banda Aceh Beni Novri di Banda Aceh, Kamis (19/12/2013).

Beni Novri mengatakan, pemusnahan dipusatkan di tempat pembuangan akhir di Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh. Sebelum dimusnahkan, gula ilegal tersebut diamankan di sejumlah rumah dinas di kompleks KPPBC Tipe C Madya Pabean Banda Aceh, di kawasan Simpang Dodik, Geuceu, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

"Gula yang dimusnahkan ini khusus hasil penyidikan tahun 2011-2012. Sedang gula ilegal yang disita sepanjang 2013, belum bisa dimusnahkan karena masih dalam proses hukum," katanya.

Sebelumnya, KPP Bea Cukai Tipe C Madya Pabean Banda Aceh berulang kali mengamankan gula ilegal dari Sabang, Pulau Weh, Provinsi Aceh saat hendak diturunkan dari kapal penyeberangan di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Gula impor dari Thailand dan India tersebut kebanyakan diseludupkan penumpang kapal penyeberangan dari pulau itu ke daratan Aceh. Umumnya, penumpang membawa gula ilegal tersebut "nyak-nyak" atau wanita paruh baya.

Beni Novri mengatakan, gula tersebut hanya bisa diperjualbelikan di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Sabang. Gula tersebut tidak bisa dibawa ke daratan Aceh. "Izin memasukkan gula impor dari Sabang ini ke daratan Aceh hingga kini belum ada. Hingga kini kami sudah menyita gula seludupan dari Sabang lebih dari 30 ton," kata Beni Novri.

Waspada Online
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini