Cuaca Ektrim Nelayan Bireuen Tidak Melaut

Para nelayan Bireuen tidak melaut karena cuaca buruk
Foto:
(Yudi WBC)
Bireuen. Dalam sepekan terakhir, sejumlah nelayan di wilayah Kabupaten Bireuen  dan sekitarnya tak bisa melaut karena kondisi cuaca buruk yang melanda perairan Laut Selat Malaka  selama sepekan ini. Dengan kondisi ini membuat pendapatan sehari-hari mereka menjadi berkurang dan memaksa putar otak agar dapur tetap ngebul.

Sulaiman, salah satu nelayan asal Desa Kuala raja, Kecamatan Kuala  mengatakan bahwa kondisi cuaca ekstrim yang melanda sebagian besar wilayah perairan di Indonesia termasuk Laut Selat Malaka membuat para nelayan tradisional yang hanya mengandalkan alam kesulitan melaut.

Mereka terkendala oleh kondisi alam yang tak bersahabat, seperti tingginya gelombang laut, hujan dan minimnya ikan di dalam perairan. "Untuk sementara dalam minggu-minggu ini, kami terpaksa tidak melaut untuk mencari ikan karena caucanya tak bersahabat," katanya.

Akibat tak melaut, nelayan akhirnya menjadi pengangguran sementara dirumah sambil menunggu cuaca normal kembali. Pada kondisi inilah penghasilan untuk sehari-hari para keluarga nelayan menjadi berkurang. Biasanya, dalam kondisi cuaca normal dengan hasil tangkapan laut yang lumayan banyak Rp300ribu hingga Rp500 ribu dikantonginya setiap hari,ujar pria yang berusia 40 tahun ini.

Solusi agar dapur tetap berasab Sulaiman  menjelaskan, terpaksa dia harus berkerja ditempat lain seperti kerja bangunan. "Ya lumayan  untuk tambahan uang dapur dan jajan anak-anak," jelasnya.

Ia pun berharap agar kondisi cuaca yang ektrem ini segara berakhir dan kami para nelayan tradisional bisa kembali melaut guna mencari nafkah untuk keluarga. "Ini kan alam, jadi tidak ada yang menduga, ya kami hanya bisa berharap bisa segera normal cuaca ini," ungkapnya.

Hal yang sama juga dialami oleh nelayan di Desa Jangka Alue U, Kecamatan Jangka. Ramli  misalnya, ia sudah dua hari ini tidak melaut karena cuaca buruk yang menyebabkan gelombang laut tinggi yang mencapai 1,5 meter ditambah tak adanya ikan di perairan pinggiran Laut Selat Malaka. "Sejak dua hari lalu kami hanya bekerja untuk memperbaiki jaring dan membersihkan perahu, karena laut sedang tak baik," katanya

Panglima Laot Bireuen, Badruddin Yunus kepada Wartawan mengatakan Menurut informasi
yang diperolehnya dari sejumlah pedagang ikan di Kota Bireuen, saat ini harga ikan basah kembali naikmenyusul pasokan dari nelayan menurun.Tak hanya cuaca ektrem saja yang mengusik ketenangan para nelayan, dengan kondisi dermaga yang dangkal ada sebelas dermaga yang sudah dangkal dikabupaten Bireuen antara lain Samalangga,Simpang Mamplam,Pandra,jeunib,Peulimbang,Peudada,Jeumpa,Kuala Raja,jangka dan kuala Ceurape Kuta Blang, semuanya harus cepat diatasi biar kami nelayan bisa keluar masuk melalui dermaga.  
 
Pihaknya berharap, pemerintah membuat kebijakan yang bisa berpihak kepada masyarakat kecil. Karena, banyak masyarakat yang mengeluh padanya,  "Saya sebagai
Panglima Laot Bireuen, hanya bisa berharap pemerintah pusat bisa memberikan kebijakan yang arif dan bijaksana, agar masyarakat tidak mengalami kesulitan hidup," pungkasnya. (Yudi WBC)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini