Elit politik mantan GAM diminta hentikan perseteruan di Aceh

Foto: Fadhlan Syamsuddin
Masyarakat sipil di Aceh yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Partisipatif (LSM GeMPAR) meminta perseteruan elit politik Aceh segera dihentikan. Perseteruan tersebut yakni antara mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Dr Husaini Hasan dengan elit Partai Aceh (PA) dan Komite Peralihan Aceh (KPA).

Perseteruan itu justru akan menimbulkan prahara politik yang baru di masa yang akan datang. Padahal Aceh saat ini tengah dalam kondisi aman dan damai paska penandatanganan MoU Helsinki di Finlandia. Perdamaian itu sudah sangat dinikmati oleh masyarakat, hal ini terlihat sudah mulainya bergeliatnya perekonomian dan pembangunan di Aceh.

"Dalam kontek Aceh kekinian, kita sangat kita sesalkan masih ada perang opini dan saling klaim memiliki andil besar dalam rentetan sejarah masa lalu Aceh," kata Ketua LSM GeMPAR, Auzir Fahlevi, Selasa (3/12) pada wartawan.

Menurut dia, seharusnya semua pihak harus sadar bahwa Aceh saat ini seperti sedang diobok-obok oleh pihak tertentu menjelang pemilu 2014. Ini jelas terlihat, karena ada upaya menciptakan konflik horizontal sesama rakyat Aceh.

"Ini persis seperti politik Belanda 'Devide Et Empera' dimana kita diadu domba sesama rakyat Aceh," ujarnya.

Tidak hanya itu, menurut Auzir, yang sangat disayangkan adalah ada kesan orang Aceh tidak bisa menghargai perdamaian yang telah terajut dengan baik. Padahal, Aceh dan Pemerintah Indonesia yang telah berkonflik lebih 32 tahun telah bisa bergandengan tangan untuk membangun kembali Aceh.

"Jadi, mengapa antara Dr Husaini Hasan dan mantan petinggi GAM tidak bisa berdamai untuk membangun Aceh yang lebih baik," ulasnya.

Oleh karena itu, Auzir meminta kepada Dr Husaini Hasan agar tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bisa memperkeruh situasi politik kembali di Aceh. "Alangkah baiknya, beliau bisa memberikan kontribusi positif untuk membangun Aceh yang lebih baik," tegasnya.
[hhw]
 
Merdeka.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini