Februari 2014, Kerjasama Aceh-Invest Penang Dimulai

Ilustrasi/Wagub Aceh Muzakkir Manaf (kedua kiri) bersama rombongan DPR RI tiba pada pembukaan pelayaran perdana Kapal Ferry Aceh-Penang Malaysia di Pelabuhan Kuala Langsa, Aceh Timur, Provinsi Aceh, Sabtu (23/2).
ANTARA FOTO.
Kuala Lumpur – Pemerintah Aceh melalui Badan Investasi dan Promosi (BIP) Aceh sedang menggagas kerjasama investasi dengan Invest Penang, Malaysia. Hari ini Senin (3/12/2013), pihak BIP Aceh sedang melakukan pertemuan teknis dengan Senior Manager Invest-in-Penang, Lee So Cheran di Kantor Invest Penang di Kawasan Bayan Lepas Industrial Estate, Pulau Pinang.

“Dipastikan kerjasama ini akan terealisasi pada Februari 2014. Gubernur Aceh akan menjadi saksi dalam penandatangan MoU antara Badan Investasi dan Promosi Aceh dengan Invest-in-Penang Berhad, yang memang dijadwalkan pada bulan Februari 2014,” demikian ujar Kepala BIP Aceh, Ir Iskandar M Sc.

Masih menurut alumnus University of London ini, kerjasama tersebut dinilai bagus bagi Aceh yang memiliki potensi alam dan sejumlah sentra produksi. Sementara  Penang unggul dalam perdagangan,  industri dan jasa. Iskandar menyebutkan,  Potensi ini harus dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan industri di kedua wilayah.

Selain itu, kerjasama tersebut juga diisyaratakan untuk mendukung pengembangan konektifitas di kawasan Laut Andaman (Andaman Cluster), yang saat ini juga sedang intens dibahas dalam forum kerjasama subregional yang lebih besar.

“Kerjasama ini harus dapat memperkecil ketimpangan arus pengunjung dari Aceh ke Penang dan Penang ke Aceh,  agar seimbang dan menguntungkan kedua belah pihak,” jelas Iskandar.

Di lain hal dalam pertemuan itu, Kepala Bidang Promosi  pada Badan Investasi dan Promosi Aceh, Ir. Netty Muharni, MURP menambahkan, pihaknya dalam kesempatan tersebut sudah memaparkan presentasi mengenai detailed plan proyek investasi di Aceh. Ada empat fokus area kerjasama yang dijabarkannya yakni di sektor Pengembangan Pariwisata, Pengembangan SDM, Pengembangan Perdagangan dan Investasi serta Halal Food.

“Kedua belah pihak sepakat bahwa kerjasama harus fokus dan konkrit serta dapat diimplementasikan di lapangan.  Oleh karenanya  action plan jangka pendek, menengah dan panjang akan menjadi lampiran MoU,” tandasnya.

Dia berharap, pihaknya dapat memenuhi semua tahapan-tahapan tersebut sehingga realisasi kerjasama di lapangan dapat dipacu untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat Aceh.

Untuk diketahui, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kasubbid  Penanaman Modal Asing, Irmawati, Executive Industry Division Shazanah Abdul Wahab, Executive Services Harris Bin Hardy Quah, dan konselor ekonomi konsulat jenderal RI di Pulau Pinang. [005-R]

Sumber: TheGlobeJournal.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini