GUBERNUR: UU PERS BUKAN HANYA UNTUK WARTAWAN

Oleh M Haris SA

Banda Aceh, 24/12 (Antara) - Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan penting bagi masyarakat mengetahui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers karena UU itu bukan hanya untuk wartawan, tetapi juga untuk seluruh masyarakat.

"UU Pers itu bukan milik wartawan saja, tapi milik semua masyarakat. Karena itu, masyarakat wajib mengetahui isi undang-undang tersebut," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Aceh dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh Nurdin F Jos pada pelatihan jurnalistik dan sosialisasi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers untuk guru dan pemuda se Aceh.

Pelatihan jurnalistik dan sosialisasi yang diikuti puluhan guru dan pemuda tersebut terselenggara atas kerja sama Pemerintah Aceh dengan Jaringan Informasi Publik Aceh (JIPA).

Setelah mengetahui substansi UU pers tersebut, kata dia, masyarakat tentu akan mengetahui bagaimana dan proses tugas kewartawanan. Di situ akan terlihat sosok seorang wartawan atau hanya mengaku-aku wartawan.

"Apalagi saat ini banyak oknum yang mengaku wartawan. Tujuannya hanya ingin mengancam dan mencari uang kepada narasumber. Atau dengan kata lain bisa mengganggu orang lain," jelasnya.

Sementara itu, Ketua JIPA Muhamad Hamzah menambahkan tujuan pelatihan dan sosialisasi UU pers untuk memberikan pemahaman substansi yang diatur undang-undang tersebut.

"Kenapa dipilih guru? Karena selama ini tidak sedikit guru yang menjadi korban pemerasan oknum yang mengaku wartawan. Karena itu, guru harus memahami tugas wartawan berdasarkan UU pers," katanya.

Muhammad Hamzah mengatakan, dirinya banyak mendapat laporan dari guru-guru. Di mana mereka sering didatangi oknum wartawan yang meminta uang dengan dalih liputan.

"Dengan sosialisasi ini diharapkan guru bisa memilah mana yang benar-benar wartawan dan mana wartawan gadungan, sehingga ke depan tidak ada lagi guru menjadi korban wartawan gadungan," katanya.

Menyangkut dengan pelatihan jurnalistik, Muhammad Hamzah mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas guru dan pemuda, terutama dalam menulis opini.

"Pelatihan ini menghadirkan sejumlah wartawan senior di Aceh. Kami berharap usai pelatihan ini, peserta memiliki kemampuan menulis opini," demikian Muhammad Hamzah.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini