Husaini-KPA Sinyalkan Nego

BANDA ACEH - Di tengah masih berkembangnya kontroversi terhadap berbagai pernyataan Dr Husaini Hasan, termasuk seruannya agar menunda pengukuhan Wali Nanggroe, tiba-tiba muncul sinyal tentang kemungkinan terbukanya ruang dialog (negosiasi) antara Husaini dengan mantan elite GAM dan eks kombatan yang kini berhimpun dalam wadah Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA).
Sinyal dari pihak Husaini Hasan terbaca dari pernyataan yang dikeluarkan Teuku Neta Firdaus, seorang aktivis LSM yang sempat mendampingi Dr Husaini ketika berada di Meulaboh, tiga hari lalu.
Menurut Neta, dia sempat menawarkan diri kepada Dr Husaini untuk memediasi pertemuan dengan Tgk Malik Mahmud dan dr Zaini Abdullah. “Alhamdulillah, ternyata jalan pikiran saya disambut baik oleh Abu Husaini karena jika ada masalah seharusnya disampaikan dan dimusyawarahkan demi terwujudnya kedamaian. Dan beliau (Dr Husaini) telah menitipkan amanah ‘kunci’ berdamai itu kepada saya,” tulis Neta dalam siaran pers-nya yang diterima Serambi, Senin (2/12).
Neta juga menulis, Abu Husaini Hasan pada prinsipnya mendukung Tgk Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe, tapi menurut Abu Husaini, sebagaimana dikutip Neta Firdaus, “selama ini mereka menganggap saya musuh, padahal saya tidak pernah punya masalah dengan mereka.”
Neta menyatakan, kapasitasnya mendampingi Dr Husaini Hasan di Meulaboh hanya memuliakan orangtua. “Saya anggap beliau sebagai tamu, kebetulan saya ada di Meulaboh maka saya wajib menghormati tamu. Saya tetap menjunjung tinggi independensi, sampai saat ini tetap netral, tidak berpihak ke kelompok manapun dan saya hanya punya satu kepentingan, mendamaikan Abu Husaini dengan teman lama beliau,” tulis Neta.
Juga dijelaskan Neta, pendekatan dirinya dengan Dr Husaini Hasankarena merespons pernyataan Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud pada 9 November 2013 bahwa beliau (Tgk Malik Mahmud) akan membuka hati dan merajut damai dengan pihak manapun yang ingin bersatu membangun Aceh.
Pada Senin kemarin Serambi juga menerima siaran pers dari Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat menanggapi statement Husaini Hasan. Siaran pers tersebut dikeluarkan Juru Bicara KPA Pusat, Tgk  Mukhlis Abee.
Pada bagian-bagian awal pernyataannya, KPA Pusat mengimbau masyarakat agar tak terpengaruh dengan propaganda aktivis MP-GAM Husaini Hasan. “Dia hanya mengadu-domba saja. Harusnya Husaini bersyukur dengan perdamaian di Aceh, sebab perdamaian inilah yang membuat dia bisa pulang kampung,” tulis Mukhlis Abee dalam pernyataan tertanggal 2 Desember 2013.
Abee menegaskan, Husaini Hasan memang sempalan GAM. “Tatkala gerakan perjuangan GAM di bawah pimpinan YM Almarhum Wali Nanggroe Tgk Muhammad Hasan Tiro, dia malah sibuk membentuk grup sempalan. Lalu dia menentang habis-habisan perdamaian,” kata Abee.
Kini, tulis Abee menambahkan, ketika implementasi kesepakatan damai sedang giat-giatnya disempurnakan, dia pulang ke Aceh mengadu-domba antarkomponen masyarakat. “Sikapnya tak konsisten. Dulu menentang perdamaian, kini muncul seolah-olah orang yang sangat pro-NKRI,” tandas Abee.
“Menyangkut soal Wali Nanggroe, itu juga adalah bagian dari kesepakatan damai yang tertuang dalam MoU Helsinki yang sama-sama kita perjuangkan,” lanjut pernyataan itu.
Sinyal bahwa pihak KPA juga menghormati berbagai pikiran positif, bahkan bersedia bergandeng tangan dengan siapapun untuk membangun Aceh--termasuk dengan Husaini Hasan--ditulis Abee pada bagian lanjutan siaran pers tersebut.
Abee memberi saran agar Husaini ketika pulang ke Aceh menumbuhkan pikiran yang baik dan positif. “Kami pun sangat terbuka terhadap siapapun. Aceh sangat terbuka pada masukan-masukan yang positif untuk masa depan yang lebih baik. Pihak asing saja kita undang untuk membangun Aceh, apalagi Husaini yang memang orang Aceh walau dia besarnya di Medan,” kata Abee.
Abee melanjutkan, KPA sangat menghargai perbedaan pendapat. “Perbedaan pendapat itu berbeda dengan pikiran negatif penuh curiga dan sak wasangka. Kalau perbedaan pendapat tujuannya baik bagi Aceh, tetapi kalau pikiran negatif itu adalah bertujuan merusak Aceh. Pokoknya apapun yang kita buat pasti yang dicari cara mengacaukannya,” kata Abee lagi.
Jadi, lanjut Abee, baiknya Husaini menumbuhkan pemikiran positif untuk Aceh. “Sama-sama kita membangun Aceh. Jangan lagi membuat kisruh di Aceh, sebab sekarang ini saatnya kita sama-sama membangun Aceh,” kata Abee. “Kami sangat menerima berbagai masukan yang positif untuk masa depan Aceh yang bermartabat,” tandasnya.
“Mari bergandeng tangan membangun Aceh. Lakukan sesuatu yang positif untuk Aceh. Gagasan-gagasan yang baik tentu lahir dari pemimpin berjiwa kesatria dan berkarakter. Bukan dari orang-orang berjiwa kerdil,” demikian Juru Bicara KPA Pusat.(rel/nas/dik/nal)

Sumber: Serambi Indonesia
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini