INCUMBENT DOMINASI PELANGGARAN KAMPANYE

Banda Aceh, 19/12 (Antara) - Calon anggota legislatif incumbent mendominasi pelanggaran penempatan alat peraga kampanye pada Pemilu 2014 di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, karena tidak dewasanya parpol dalam berpolitik.
     
"Harusnya caleg incumbent sudah lebih dewasa dalam berpolitik karena mereka sudah satu bahkan dua priode duduk sebagai dewan baik di DPRK maupun DPR Aceh," kata Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Aceh Barat Syafwan Syafriadi di Meulaboh, Kamis.
     
Menyangkut temuan pelangaran tersebut jelasnya, ketika ditanyakan kepada caleg di daerah yang memasang atribut dikawasan terlarang mengaku tidak paham dan tidak mengerti karena tidak ada koordinasi dari parpol.
     
Dikatakan, kesan yang ditimbulkan dari tidak dewasanya para caleg berpolitik memunculkan penilaian miring masyarakat terhadap panwaslu seolah tidak berkerja dan menertibkan atribut kampanye diluar ruangan.
     
Jelas Syafwan, panwaslu sudah tiga kali menyurati Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat untuk menertibkan atribut kampanye yang ditempatkan dikawasan terlarang, akan tetapi belum ada tindak lanjutnya.
     
"Ada gambar caleg DPR Aceh dari PKS bahkan gambar anggota DPR-RI Nasir Djamil dipajangkan di depan kantor Dandim 0105 Aceh Barat, kami rekomendasi untuk di copot dan TNI langsung yang mengeksekusi," imbuhnya.
     
Syafwan yang didampingi Divisi pengawasan panwaslu Aceh Barat Hasrul Satriana menambahkan, KIP bersama tim sat pol PP merupakan garda terdepan sebagai tim eksekusi sementara panwaslu hanya sebatas merekomendasi.
     
Jelasnya, zona terlarang selain tempat umum seperti sekolah, rumah sakit, jembatan, bandara dan tempat ibadat, Aceh Barat juga menyepakati sejumlah zona kawasan terlarang lain seperti jalan protokoler Jalan Nasional, Gajah Mada-Imam Bonjol, namun disepanjang kawasan itu masih ditemukan.
     
Kata Syafwan, zona kampanye yang diberlakukan tersebut berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2013 dan kesepakatan bersama muspida Aceh Barat.
     
"Zona  terlarang atribut kampanye ini selalu dipantau semua itu sudah kita laporkan untuk di eksekusi, terkadang ada tempat yang sudah di sterilkan seperti di taman kota, kemudian dipasang lagi," katanya menambahkan.
     
Jelasnya, antara partai politik dan caleg dikawasan itu tidak melakukan koordinasi sehingga tidak nampak kedewasaan mereka sebagai peserta pemilu di Aceh Barat.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini