KPA/PA Bireuen Peringati Milad GAM di Empat Lokasi

Bireuen, 4/12 (Antara) - Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA) di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, memperingati milad ke-37 Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di empat lokasi di daerah itu yang dihadiri sekitar 2.000 orang, Rabu. 
     
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Kabupaten Bireuen Muzakkir Zulkifli di Bireuen mengatakan peringatan milad itu digelar di Makam Syuhada Lapan, Desa Tambue, Kecamatan Simpang Mamplam dan Kantor DPW Partai Aceh Kabupaten Bireuen di Desa Meunasah Blang, Kecamatan Kota Juang.
     
Berikutnya di Kantor PA Kecamatan Peusangan, Matang Geulumpang Dua dan satu lokasi lainnya di Kecamatan Gandapura. Kegiatan diisi dengan doa bersama, zikir dan ceramah serta saling berkomunikasi antar mantan kombatan serta kader dan simpatisan PA.
     
"Acara yang kami gelar hanya sebagai bentuk renungan pada peristiwa yang digagas para tokoh GAM pada 1976, dengan acara ini pula bertujuan untuk terus merawat perdamaian Aceh yang telah tercipta," kata Muzakkir.
     
Selain doa bersama, sebut Muzakkir, di empat titik pelaksanaan milad GAM di Kabupaten Bireuen itu, KPA dan Partai Aceh Bireuen menyantuni sekitar 500 anak yatim.
     
"Santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian mantan kombatan dan pengurus serta kader Partai Aceh kepada para anak yatim," ucap Muzakkir.
     
Disebutkan, sekitar 2.000 orang yang mengikuti kegiatan memperingati milad GAM di Bireuen terdiri dari KPA, pengurus, kader dan simpatisan Partai Aceh serta masyarakat. Usai acara, semua yang menghadiri acara tersebut bubar dengan tertib.
     
Soal adanya beberapa bendera Bulan Bintang yang berkibar di Bireuen, Muzakkir mengatakan sebelumnya sudah mengintruksikan kepada seluruh anggota KPA untuk tidak mengibarkan bendera itu. Tetapi tetap saja ada masyarakat yang mengibarkan.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini