Masyarakat Gayo Gelar Silaturrahmi Budaya

Banda Aceh, 29/12 (Antara) - Masyarakat Gayo yang berada di Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar menggelar silaturrahmi budaya yang dipusatkan di taman Ratu Safiatuddin atau eks lokasi Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) di Banda Aceh, Minggu (29/12).
    
Silaturrahmi budaya ini digelar dalam rangka persiapan pelantikan dan pengukuhan Pengurus Keluarga Negeri Antara (KNA) yang merupakan wadah perkumpulnya masyarkat Gayo dari tiga kabupaten yakni Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar.
    
Ketua KNA Jamhuri MA mengungkapkan, pelantikan dan pengukuhan nantinya akan dilakukan pada 4 Januari 2013 di Asrama Haji Banda Aceh. Pada hari yang sama siangnya juga akan digelar seminar tentang Gayo dengan menghadirkan tiga orang bupati dari dataran tinggi Gayo.
    
"Selain tiga bupati, kita juga menghadirkan Prof Abubakar Karim (Ketua Bappeda Aceh) sebagai narasumber. Abubakar sendiri merupakan salah satu putra terbaik Gayo asal Gayo Lues," ujar Jamhuri disela-sela kegiatan silaturrahmi tersebut.
   
Diharapkan, lewat seminar nantinya akan mampu memberi kontribusi pemikiran yang bisa mempercepat pembangunan Gayo  secara menyeluruh. Apalagi dua kabupaten di Gayo baru saja terkena musibah gempa besar yang meluluhlantakan ribuan bangunan, baik rumah, rumah ibadah, rumah sekolah, sarana publik dan fasilitas umum lainnya.
    
Sementara itu, Ketua Panitia Ichwanul Fitri,S.Ag.M.Kes mengungkapkan, masyarakat Gayo tak terpisahkah dari masyarakat Aceh secara umum. Dimana, masyarakat Gayo berdiri sejajar dengan masyarakat lain di Aceh secara umum.
    
Karenanya, keberadaan masyarakat Gayo juga bisa menjadi mitra terbaik untuk sama-sama membangun, sehingga bisa lebih baik lagi dimasa-masa mendatang, sebab, dengan bersatunya semua suku bangsa yang ada di Aceh, keberadaan Aceh sebagai daerah yang multi etnik akan lebih kuat dari segala sisi.
    
Secara kultur sosio, masyarakat Gayo merupakan keindahan dari kebhinekaan Aceh yang multi etnis, sehingga keanekaragaman itu meleburkan menjadi satu.
    
Kegiatan ini juga untuk mengingatkan, bahwa Gayo bagian integral dari Aceh secara umum," tegas Ichwanul.
    
Sekretaris panitia, AKP Syabirin, SH mengungkapkan, sejumlah lomba berbalut budaya digelar dalam silaturrahmi masyarakat Gayo tersebut. Perlombaan yang akan digelar antara lain Lomba mewarnani yang mengambarkan kekayaan alam Gayo. Lomba membaca ayat pendek, lomba peragaan busana modis Gayo, lomba menyanyi Lagu Gayo, dan Lomba tari Guel.
    
"Nanti pada 4 Januari puncaknya ada perlombaan masak, masakan Gayo," ujar Syabirin sambil menambahkan, sejumlah masakan yang diperlombakan itu seperti membuat pengat, masam jeng, cecah awal matah dan ragam masakan tradisonal lainnya.
    
Dikatakan, lewat lomba masak, masakan tradional ini diharapkan, para masyarakat Gayo yang berada di perantauan tidak lupa akan masakan leluhurnya. Sebab, berbagai masakan tradisonal ini harus diingatkan, agar masakan tersebut tidak punah ditelan zaman.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini