Melarikan Diri, 6 Pelanggar Syariat Islam Di Aceh Barat Gagal Dicambuk

Ilustrasi: Enam pelanggar Qanun Syariat Islam di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, gagal dieksekusi hukuman cambuk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Meulaboh. Mereka seharusnya menjalani hukuman cambuk pada akhir 2013 ini. Kompas.com/Raja Umar

 
BANDA ACEH,  - Enam pelanggar Qanun Syariat Islam di Kabupaten Aceh  Barat, Provinsi Aceh, gagal dieksekusi hukuman cambuk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Meulaboh. Mereka seharusnya menjalani hukuman cambuk pada akhir 2013 ini.

"Pelanggar sudah melarikan diri dari kabupaten setempat," kata Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Barat Hasballah kepada Kompas.com, Sabtu (14/12/2013).

Menurut Hasballah, Dinas Syariat Kabupaten Aceh Barat sebelumnya sudah berencana untuk mengeksekusi keenam pelanggar itu pada Desember 2013. Namun, setelah berkordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) selaku eksekutor cambuk, ternyata keenam pelanggar sudah meninggalkan Kabupaten Aceh Barat, sehingga gagal untuk menjalani hukuman.

"Enam pelanggar itu ada kasus maisir, khamar dan mesum. Satu orang pelanggar kasus maisir atau perjudian masih ada di Aceh Barat, tapi umurnya sudah tua sekitar 80 tahun, tidak bisa kita paksakan untuk dieksekusi karena faktor kesehatan," kata Hasballah.

Sementara itu, anggaran sebesar Rp 118 juta yang sudah dianggarkan Dinas Syariat Islam Aceh Barat untuk penyelenggaraan eksekusi hukum cambuk tahun 2013 tidak bisa terpakai.

"Dana itu tidak bisa kami tarik, tapi sudah kami usulkan untuk tahun 2014," katanya. 

Sumber : Kompas.com
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini