Mutasi Pejabat Aceh Tengah "dijejali" Nasehat Kepemimpinan

Takengon, 22/12 (Antara) -
Bupati Aceh Tengah Nasaruddin menekankan kiat menjadi pemimpin yang baik bagi pejabat yang baru dimutasi maupun pejabat lain yang selama ini telah bertugas dilingkungan pemerintah daerah setempat.

"Saya ingin mengingatkan, bahwa kita semua adalah pemimpin, oleh karena itu sebagai pemimpin tentu harus memahami kriteria-kriteria dari seorang pemimpin yang baik", ungkap Nasaruddin, ketika mengawali arahannya pada pelantikan pejabat struktural eselon 2 dan eselon 3, di Takengon, Kamis lalu.

Salah satu kriteria pemimpin yang baik menurut Nasaruddin adalah visioner yaitu mempunyai visi yang jelas, memahami arah dari organisasi yang dipimpin dimasa yang akan datang. Seorang pemimpin tidak boleh hanya melihat kondisi organisasi hari ini, tetapi harus menjadi pemimpin yang visioner untuk mencapai tujuan organisasi.

"Di pundak saudara-saudara bergantung harapan 214 ribu rakyat Aceh Tengah. Oleh karena itu, kebiasaan-kebiasaan yang bersifat statis mulai hari ini harus dirubah, harus menjadi kebiasaan yang dinamis, berkembang dan jelas", katanya.

Selanjutnya pemimpin yang baik, menurut Nasaruddin mempunyai strategi yang jelas untuk mencapai tujuan dalam proses memimpin organisasi dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang dimiliki, serta peluang yang didapat untuk mengatasi kelemahan serta mengantisipasi ancaman yang dapat berpengaruh pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi.

"Strategi harus ada dan dijalankan sebagai salah satu ciri pemimpin yang berhasil memimpin organisasi", katanya lagi.

Kemudian Nasaruddin meminta jajarannya untuk fokus dalam bekerja. Menurutnya banyak kepentingan dan keperluan, serta tidak sedikit kebutuhan yang ingin diraih dalam waktu singkat, tapi sebagai organisasi yang memiliki keterbatasan dalam segala hal, baik personil, peralatan maupun pembiayaan, harus ditetapkan skala-skala prioritas

"Jangan saudara-saudara ingin meraih seluruhnya, nanti satupun tidak sempurna, atau dalam bahasa gayo, enti kenak merengom, akhire sejemput pe gere demu. Harus fokus pada kebutuhan sesuai dengan visi yang ingin dicapai", tegas Nasaruddin.

Berikutnya, ciri pemimpin yang baik menurut Nasaruddin harus memiliki sifat persuasif. Dengan kata lain, setiap program dan kegiatan harus bisa dipahami oleh senua pihak, mulai dari para staf, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Pemimpin juga menurut Nasaruddin, harus mampu menciptakan suasana yang menyenangkan. "Sebagai pemimpin, saudara harus disenangi oleh staf, oleh masyarakat, oleh semua yang terkait dengan bidang tugas yang ditangani. Jangan justru staf melihat kita seperti seorang yang bukan pengayom dan tidak bisa bekerjasama. Jangan sampai masyarakat antipati melihat kita. Karena itu, harus ciptakan suasana menyenangkan bagi semua stakeholders terkait bidang tugas, apalagi staf yang memang membantu tugas-tugas kita," jelas Nasaruddin.(Musta Kamal)

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini