PENELITI: PERADABAN ACEH BERPELUANG BANGKIT KEMBALI

Banda Aceh, 12/12 (Antara) - Peneliti pada Central for Information Heritage Taqiyuddin Muhammad mengatakan peradaban Islam di Aceh yang pernah mengalami kejayaan masa silam itu berpeluang untuk bangkit kembali.
     
"Berbagai bukti kita miliki bahwa Aceh merupakan pusat kebudayaan Islam masa lalu. Dan kita memiliki segala alasan untuk memimpin kebangkitan peradaban Islam Melayu. Saat ini orang-orang Melayu di Pattani, Brunei Darussalam, dan Malaysia  menunggu kita duluan bangkit," katanya di Banda Aceh, Kamis.
      
Hal tersebut juga disampaikan dalam pengajian yang dilaksanakan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) yang dihadiri sejumlah jurnalis lintas media di Banda Aceh dan Aceh.
      
Banyak bukti dan alasan untuk membenarkan bahwa Aceh dahulu merupakan pusat peradaban Islam di Asia Tenggara, misalnya bisa ditemukan melalui catatan para sejarawan, dan manuskrip-manuskrip peninggalan sejarah. 
      
Taqiyuddin menambahkan, tugas semua pihak saat ini adalah mempersiapkan segala perangkat kebangkitan itu. Misalnya, dengan menyiapkan generasi muda  agar memahami pentingnya mengkaji warisan sejarah Aceh. 
      
"Kita juga membutuhkan struktur politik yang kuat untuk menyongsong kebangkitan itu. Karena kejayaan Islam dahulu sangat ditopang oleh struktur politik yang kuat,” kata dia menambahkan.
      
Dijelaskan, tulisan di batu-batu nisan yang ia kaji dan teliti selama ini di berbagai wilayah di Aceh khususnya di bekas wilayah reruntuhan kerajaan Islam Samudera Pasai, banyak batu nisan bertertuliskan nasehat dan ayat Al Quran. Tulisan di prasasti atau nisan-nisan peninggalan peradaban Samudera Pasai dan Aceh tidak menyebutkan tentang kematian, tetapi tentang kehidupan yang abadi.
      
“Nisan tersebut bukan pemujaan terhadap orang mati, tapi isinya menjadi pelajaran bagi yang hidup untuk memperjuangkan agama Allah di muka bumi.Jadi, jika hari ini ada yang menolak Syariat Islam, maka dia telah mengkhinati leluhurnya," kata Tgk Taqiyuddin.
      
Oleh karenanya diperlukan  segara dibangun komunikasi dan diplomasi dengan seluruh komponen yang peduli terhadap peradaban Islam, baik dari kalangan ulama, akademisi, sejarawan dan komponen masyarakat lainnya.(Azhari)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini