Thaliban Aceh Kecam Penyerbuan Markas WH Langsa

Banda Aceh, 4/12 (Antara) - Rabithah Thaliban Aceh (organisasi santri) mengecam keras tindakan sekelompok pemuda dan remaja yang menyerbu markas petugas Wilayatul Hisbah (WH/pengawas Syariat Islam) di Kota Langsa, dan mengakibatkan seorang terluka.
     
"Kami mengecam keras tindakan itu dan meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap pelakunya," kata Sekretaris Jenderal RTA Tgk Akmal Abza di Banda Aceh, Rabu. 
     
Tidak hanya itu, perbuatan penyerbuan markas WH Kota Langsa tersebut merupakan pelecehan dan melampaui ambang batas rasional sebagai daerah berpenduduk mayoritas muslim, kata dia menegaskan.
      
"Kasus-kasus pelecehan tersebut petugas pengawas Syariat Islam terutama di Kota Langsa itu sudah berulang kali. Kami berharap tindakan tegas pemerintah dan kepolisian sehingga keprcayaan publik atas pelaksanaan Syariat Islam tetap tumbuh," katanya menambahkan.
      
Selain itu, Akmal mengatakan perlunya tindakan tegas pihak kepolisian guna mengantisipasi jangan sampai tumbuhnya kelompok premanisme anti Syariat Islam di provinsi ujung paling barat Indonesia ini.
       
RTA meminta sikap tegas dan dukungan pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat terhadap kondisi "darurat" syariat di Kota Langsa. 
      
Untuk itu, Akmal mengatakan RTA juga mdesak DPRA segera mengesahkan Qanun Jinayah dan Hukum Acara Jinayah sebagai bentuk tindakan nyata guna merespon kondisi objektif akhir-akhir ini, terutama kasus penyerangan markas WH di Kota Langsa.
      
"Kejadian yang menimpa  WH Kota Langsa adalah tamparan bagi umat islam semua bukan hanya di Kota Langsa, karena kejadian tersebut merupakan pelecehan berulang-ulang  dilakukan kelompok anti syariat islam yang mulai berani memperlihatkan eksistensinya di Aceh," kata dia mengatakan. 
      
Sebelumnya, sekelompok pemuda dan remaja mendatangi dan mengobrak-abrik markas petugas WH di kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa, akibatnya seorang petugas WH terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat cidera yang dialaminya. 
       
Kemudian polisi mengamankan sejumlah pemuda yang melakukan penyerangan markas WH dan pimpinan kepolisian setempat menegaskan akan memeroses pelaku sesuai prosedur hukum yang berlaku.(Azhari)

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini