Wali Nanggroe Ajak Masyarakat Bersatu Kelola SDA

Bireuen, 22/12 (Antara) - Wali Nanggroe Malik Mahmud mengajak masyarakat Aceh bersatu padu mengelola potensi sumber daya alam dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat, karena selama ini terkesan pemanfaatannya tanpa arah.
    
"Ibarat sebuah kapal tanpa kemudi. Berjalan tanpa tujuan yang jelas. Jika sedikit saja kena karang akan menjadi bencana besar. Beginilah keadaan Aceh," kata Malik Mahmud pada temu ramah dan silaturahmi dengan Muspida Kabupaten Bireuen dan masyarakat di Pendopo Bupati di Bireuen, Sabtu malam.
    
Terlebih, katanya, dengan tingkat perekonomian masyarakat Aceh yang rendah, banyak anak yatim yang tidak dapat lagi mengecap pendidikan dan berbagai hal lainnya yang berpuncak pada kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.
    
"Tugas Wali Nanggroe untuk menyadarkan semua masyarakat Aceh, satukan persepsi, pikiran. Satu dalam berbagai bidang. Perjuangan kita adalah memenuhi perjuangan yang sudah ada. Terciptanya perdamaian adalah kembalinya keadilan, sebab yang utama dari sebuah tujuan adalah keadilan untuk masyarakat Aceh," ucap Malik.
    
Wali memaparkan perdamaian lahir setelah memakan korban lebih 30 ribu orang selama 30 tahun konflik Aceh. Wali Nanggroe lahir sebagai amanah dalam naskah nota kesepahaman Helsinki. Jika keadilan tercapai, akan mengibarkan kembali adat dan budaya Aceh yang terpencar.
    
Malik Mahmud melanjutkan Aceh bukan saja sebagai tempat masuknya Islam di nusantara, tetapi juga pusat perdagangan. Masyarakat Aceh sejak berabad-abad lalu dikenal dengan peniaga.
    
Dia berpesan agar masyarakat Aceh mewaspadai pengaruh dari luar, sebab kini moral orang Aceh yang dikenal beradab sudah goyang. Menjadi tugas semua pihak untuk membetulkan akhlak orang Aceh, karena pada dasarnya adat budaya Aceh sangat dekat dengan Islam.
    
Pada kesempatan itu, Bupati Bireuen H Ruslan M Daud mengatakan dengan keberadaan wali nanggroe dapat mempersatukan masyarakat Aceh yang terdiri dari berbagai etnis. Selain itu dapat terus memupuk perdamaian.
    
"Adanya lembaga wali nanggroe diharapkan dapat mempersatukan masyarakat Aceh yang terdiri dari berbagai etnis," ucap Ruslan.
    
Pada kesempatan itu, Malik Mahmud yang menginap di Pendopo Bupati Bireuen itu menghadiri wisuda 1.335 guru dalam jabatan di Universitas Almuslim, Bireuen, Minggu. Wali didampingi Bupati Bireuen H Ruslan M Daud dan sejumlah pejabat lainnya serta puluhan eks kombatan GAM. Dari Bireuen Malik kembali ke Banda Aceh.(Heru)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini