Dirut Lion Air Group Resmi Bergabung dengan PKB

sumber:google.com

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama Lion Air Group, Rusdi Kirana, resmi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan langsung didapuk sebagai Wakil Ketua Umum partai besutan almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini. Bergabungnya bos maskapai penerbangan Lion Air ini, resmi diumumkan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, di Kantor DPP PKB, Jakarta, Minggu (12/1).

Dalam keterangan pers yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Minggu malam, Rusdi mengungkapkan, sebagai pengusaha yang tumbuh di era Reformasi, ia mengaku memiliki penilaian khusus terhadap PKB, khususnya ketika NU dan PKB berada di bawah kepemimpinan Gus Dur. “Bagi saya, Gus Dur adalah bapak Reformasi yang paling utama,” ujarnya.

Rusdi mengatakan, karena visi kebangsaan dan pluralisme yang diyakininya, serta kepemimpinannya, Gus Dur membuat dirinya sebagai anak China merasa diakui sejajar dengan sesame warga lainnya di negeri ini.

Menurutnya, PKB adalah wadah perjuangan politik warga NU dan pelembagaan visi dan misi kebangsaan Gus Dur yang sangat mendalam tersebut.

Gus Dur dan NU, lanjutnya, telah mampu menarik gerbong umat  menjadi fondasi bagi sebuah Indonesia yang demokratis. Tantangan ke depan adalah mematangkannyam karena fondasinya telah diletakkan.

“Karena itu, saya sangat merasa berhutang budi kepada Gus Dur dan NU, dan pasti tidak mungkin saya bisa membalasnya. Namun demikian, sekecil apa pun, saya ingin berterimakasih dengan berkiprah di PKB sebagai wadah perjuangan politik Gus Dur, warga NU, dan kita semua, untuk kemajuan bangsa ini,” ungkapnya.

Reformasi dan demokrasi di Tanah Air dewasa ini, lanjut Rusdi, jelas harus diperkuat, dibuat lebih matang, sehingga Indonesia dream betul-betul menjelma untuk siapapun  anak negeri ini, dari Aceh sampai Papua.

Dan, upaya penguatan reformasi dan demokrasi itu yang paling strategis dapat dilakukan lewat partai politik. Partai dengan wakil-wakilnya di parlemen bersama pemerintahlah yang membuat undang-undang dan kebijakan mau dibawa kemana Indonesia ke depan. Partai bersama rakyat pula yang menentukan siapa yang boleh menjadi pemimpin nasional di Indonesia.

Meski, di sisi lain, sambungnya, harus diakui pula bahwa partai masih harus banyak belajar, harus melakukan pembenahan besar-besaran untuk mempercepat Indonesia Dream karena perannya yang sangat strategis tersebut.

“Kita tidak boleh berpangku tangan. Sebagai rasa terima kasih yang tak terhingga pada negeri ini, khususnya di era reformasi, saya dengan kebulatan tekad harus masuk partai politik untuk memperkuat partai, mematangkan reformasi, untuk mewujudkan Indonesia Dream bagi kita semua,” pungkasnya. (IS)
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini