Durian Sawang, Tersohor Turun-temurun

Agen pengumpul, sedang menurunkan durian yang ia beli dari warga Blang Ranto untuk seterusnya dipasarkan di Keude Krueng Mane, Aceh Utara. Minggu (12/1/2014).

Aceh Utara —Siapa tak kenal dengan buah berduri tajam yang memiliki bau menyengat namun berasa lezat ini? Ya, durian satu ini dikenal tersohor dari masa ke masa hingga penjualannya merambah tidak hanya seluruh Aceh, melainkan ke provinsi tetangga, Sumatera Utara.

Berasal dari Desa Blang Ranto, Kecamatan Sawang, rasa dan aroma menusuk dari durian itu menjadi buruan masyarakat maupun agen yang sudi menempuh jarak hingga puluhan kilometer dari jalan negara, Banda Aceh-Medan, tepatnya melalui tikungan Krueng Mane, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

Tak hanya jauh, jalan dilalui cukup terjal dengan suguhan jurang di kanan kiri jalan. Namun, tantangan tersebut terbayar setibanya di Blang Ranto, dengan hamparan kebun durian yang padat. Khusus akhir pekan, banyak kendaraan pribadi melintas untuk memburu durian langsung dari bawah pohon pemiliknya.

Aisyah, 45, salah seorang pemilik kebun durian, mengaku setiap musim panen durian, dirinya rela menetap di kebun hingga berhari-hari hanya untuk menunggu durian jatuh. Ditemani sang suami dan dua orang anaknya, dia meninggalkan rumah untuk menambah penghasilan keluarga itu.

“Hampir setiap musim panen kita seperti ini. Kalau tidak, setiap ada buah jatuh bisa dicuri orang,” ungkap Muhammad, suami Aisyah, kepadaKompas.com, Minggu (12/1/2014).

Aisyah tak kesulitan menjual durian. Pasalnya Aisyah setiap saat agen akan menyambangi kebun mereka untuk membeli durain-durian yang sudah ditumpuk dalam jumlah banyak. Harga per butir dipatok agen Rp 10.000  untuk ukuran standar. “Kalau besar bisa di atas Rp 10.000 tergantung tawar-menawar,” jelas Muhammad.

Tentu saja harga itu jauh berbeda ketika membeli durian di pasaran. Tak hanya mahal, buah durian yang berkualitas baik juga jarang diperoleh. Sehingga akhir pekan dimanfaatkan masyarakat pendatang untuk memburu langsung ke kebun warga.

Zulkarnain, warga asal Bireuen, mengaku sengaja mengajak keluarganya membeli durian langsung ke kebun warga di Blang Rantau. “Memang sejak saya kecil tahunya durian Sawang yang paling enak dibanding durian lain, apalagi harganya murah dibeli di sini,” jelasnya.

Hanya mengeluarkan Rp 130.000 bapak tiga anak ini mengaku memborong hingga 15 durian berukuran sedang. Tak hanya murah, hampir ke semua durian yang ia beli memiliki kualitas bagus dan manis. “Kalau beli di pasar belum tentu seperti ini, bisa ratusan juga untuk beberapa butir saja,” tambah Zulkarnain.


sumber : www.kompas.com

Penulis: Kontributor Bireuen, Desi Safnita Saifan
Editor: I Made Asdhiana
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

Tentang Kami | Privacy Policy | TOS | Disclaimer | Site Map | Advertise | Copyright © 2017. Acehinfo.com - Berita Aceh Terkini